Periskop.id - Kanada menggelar lomba gendong istri bertajuk Eukonkanto, tradisi asal Finlandia yang mengharuskan suami menggendong istri melewati rintangan basah dan kering. Pemenang lomba ini berhak membawa pulang bir seberat badan istri yang digendong.
Aurel Langevin selaku penyelenggara menuturkan, kompetisi ini digelar sebagai bagian dari rangkaian rodeo tahunan. Ia menyebutkan, ajang ini sekaligus jadi kualifikasi resmi pertama di Alberta untuk Lomba Menggendong Istri Amerika Utara serta sejumlah kompetisi internasional lainnya.
"Ini benar-benar sangat menyenangkan," kata Aurel Langevin dalam Lakeland Country Fair and Rodeo di Lac La Biche, Provinsi Alberta, pada 18 Juli lalu.
Langevin, yang juga menjabat presiden Perhimpunan Pertanian Lac La Biche, mengaku sudah lama berencana membawa olahraga ini ke perayaan tahunan komunitasnya.
"Saya rasa ini akan sangat cocok," ujar Langevin. "Kita perlu memiliki sesuatu yang unik, yang membedakan kita dari semua pameran pedesaan komunitas kecil lainnya," lanjutnya.
Dalam perlombaan ini, peserta tak harus berstatus pasangan menikah. Tidak ada pula batasan berat badan bagi kontestan.
Setiap pasangan wajib melintasi jalur sepanjang 254 meter yang dipenuhi rintangan basah dan kering, mulai dari tumpukan jerami hingga kolam air. Tim tercepat berhak melaju ke babak final.
Salah satu peserta, Justin Sauve, mengikuti lomba ini bersama tunangannya, Lisa Shankowski. Keduanya berprofesi sebagai guru asal Cold Lake yang tengah menempuh gelar master pendidikan di Universitas Concordia, Edmonton, dan berlatih dengan cara yang tak biasa.
"Kami berlatih dari kelas ke kelas," kata Sauve. "Saya akan menggendong Lisa di punggung lalu berlari dari satu kelas ke kelas lainnya," lanjutnya.
Pasangan ini disebut sudah lama ingin menekuni kompetisi tersebut sejak pertama kali melihat promosinya di internet. Menurut mereka, ajang ini menyatukan beragam hobi favorit keduanya, mulai dari gulat, swing dance, hingga seni bela diri campuran.
"Saya membalik tubuh Lisa dan menempelkannya ke punggung. Posisi ini sangat cocok," ucap Sauve.
Teknik yang dipakai keduanya dikenal sebagai gendongan Estonia, di mana posisi istri dibalik dengan bagian depan tubuh menghadap punggung pasangan dan kaki diletakkan di bahu.
"Saya menjadi ransel manusia," kata Shankowski. "Saya melakukan manuver Heimlich terbalik dari belakang," lanjutnya.
Dari posisi tersebut, anggota tim yang digendong bisa mengangkat dan menurunkan tubuhnya melewati rintangan air sembari berpegangan erat pada pasangan. Sementara itu, anggota tim yang berlari harus menjaga keseimbangan sambil menggendong.
"Bagian air adalah yang paling saya khawatirkan," kata Shankowski. "Namun ini adalah tantangan yang kami hadapi secara langsung," ucapnya.
Dilansir dari CBC, Eukonkanto merupakan kompetisi yang sangat populer di Finlandia, tempat asal tradisi ini. Kejuaraan dunia Eukonkanto telah digelar sejak 1997, dengan juara tahun 2023 menyelesaikan lintasan hanya dalam 67,4 detik. Selain bir seberat bobot istri, hadiah perlombaan di Alberta ini juga mencakup uang tunai senilai lima kali lipat berat badan istri.
Menurut Langevin, olahraga ini telah berubah selama bertahun-tahun dan kini lebih inklusif dari yang mungkin dibayangkan banyak orang. Ia menjelaskan, peserta lomba tak melulu didominasi pria bertubuh besar dan kuat, ada pula pria bertubuh kecil yang ikut bertanding, bahkan ia pernah menyaksikan peran terbalik ketika perempuan menggendong pasangan prianya.
"Mereka hanya bersenang-senang," ujarnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar