Periskop.id - Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti akan menemui Presiden Prabowo Subianto pada 5 Agustus 2026. Pertemuan itu bakal membahas perkembangan inflasi pangan beserta langkah pengendaliannya.

Destry menyebutkan, inflasi inti atau core inflation saat ini masih relatif terkendali. Berbeda dengan inflasi pangan yang menurutnya perlu jadi perhatian karena levelnya sudah berada di atas 5%.

"Kita melihat ke depan ada tantangan untuk inflasi, khususnya inflasi pangannya. Kalau untuk core inflation relatif aman dengan inflasi total yang sebesar 3,5% yang di posisi terakhir. Untuk core inflation masih relatif aman. Cuma memang yang diperhatikan kita adalah inflasi pangan karena dia sudah di atas 5%," kata Destry secara daring dalam Editor Briefing di Parapat, Jumat (31/7).

Tingginya inflasi pangan, menurut Destry, dipengaruhi faktor pasokan. Ketersediaan sejumlah komoditas pangan masih terbatas sehingga mendorong kenaikan harga di pasar.

"Inflasi pangan itu khususnya berasal juga memang di sisi supply, di mana ketersediaan pangannya juga terbatas," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, BI bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi lewat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kedua tim ini yang nantinya akan memaparkan hasil kerjanya kepada Presiden Prabowo pada pertemuan 5 Agustus mendatang.

Selain melaporkan capaian, pertemuan tersebut juga bakal membahas langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan ke depan, demikian dipaparkan Destry.

BI turut melanjutkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk membantu daerah meningkatkan produksi pangan. Program ini disebut menunjukkan hasil positif di berbagai wilayah.

Hingga Juli 2026, realisasi program optimalisasi Good Agricultural Practices (GAP) mencapai 242 program atau 137,50% dari target nasional. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) juga melampaui target dengan realisasi 267 nota kesepahaman atau 176,82% dari target.

Sementara itu, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) tercatat mencapai 785 program atau 303,09% dari target. Adapun Gerakan Pasar Murah (GPM) sudah terlaksana sebanyak 10.669 kegiatan atau 67,22% dari target tahunan dan akan terus diakselerasi hingga akhir tahun.

"Nanti 5 Agustus juga kita akan melakukan pertemuan dengan Bapak Presiden untuk menyampaikan capaian-capaian dan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh tim pengendali inflasi pusat dan daerah, dan langkah untuk menjaga stabilitas inflasi pangan," katanya.