Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bakal mengusulkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Sinyal itu muncul saat Prabowo menyebut sejumlah pejabat dalam acara Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp880 miliar.
Destry sempat disebut sebagai Deputi Gubernur Senior BI oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam laporannya. Sebutan itu langsung dikoreksi Prabowo, yang menegaskan Destry saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
"Di sini ada yang saya sebut saya kira tadi. Menteri Perumahan salah tadi, bukan, ini apa, ibu Destry adalah sekarang adalah pejabat, pejabat Gubernur (BI) sementara, Pjs ya, singkatannya, jadi pejabat," tutur Prabowo dalam acara Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan, Kamis (30/7), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Usai koreksi tersebut, Prabowo tampak memberi gestur menimbang-nimbang dengan tangan kanannya di atas mimbar. Ia mengisyaratkan kemungkinan mengusulkan Destry sebagai Gubernur BI definitif, meski keputusan akhir tetap diserahkan ke DPR sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kayaknya bagaimana? Oke? Terserah DPR nanti ya," ucap Prabowo.
Destry diketahui ditetapkan Prabowo sebagai Pjs Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri. Posisi definitif Gubernur BI pun masih menunggu proses lanjutan di parlemen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebutkan keputusan sosok yang akan mengisi kursi Gubernur BI sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo. Menurutnya, sistem kerja di BI sudah berjalan sehingga siapa pun yang menempati posisi tersebut tinggal melanjutkan mekanisme yang ada.
"Ya kita serahkan ke Bapak Presiden, tetapi kami percaya karena di BI kan sudah ada sistem," kata Airlangga kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Airlangga menambahkan, kesinambungan sistem yang sudah berjalan di BI serta kerja sama kebijakan fiskal-moneter menjadi dua hal penting yang perlu dijaga siapa pun penggantinya nanti.
"Jadi siapapun yang duduk di sana selama menjalankan sistem dan juga kerjasama baik fiskal-moneter itu akan baik untuk pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, dan menciptakan lapangan kerja," jelas dia.
Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pergantian pimpinan BI tidak akan mengganggu koordinasi maupun pengambilan kebijakan di KSSK. Ia menilai Destry sudah lama terlibat dalam forum tersebut sehingga memahami betul mekanisme koordinasi antarlembaga.
"Ibu Destry bukan pemain baru. Dia sudah terlibat dengan proses KSSK cukup lama," ujar Purbaya di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Selasa (28/7/2026).
Purbaya menilai pengalaman Destry di BI maupun LPS menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Komposisi KSSK, menurutnya, tidak mengalami perubahan signifikan meski terjadi pergantian pimpinan di BI karena seluruh anggota sudah memahami mekanisme kerja lembaga tersebut.
"Bahkan dulu di LPS dan BI. Jadi knowledge-nya amat baik dan amat mumpuni untuk memastikan kegiatan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya," ujar Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar