Iklan
Komoditas

Harga Minyak Turun 5 Hari Beruntun Usai Trump Ungkap Pertemuan AS-Iran

Harga minyak turun lima hari beruntun setelah Trump mengungkap pertemuan AS-Iran selama tiga jam di tengah tanda meredanya tekanan pasokan.

donald trump, selat hormuz, iran, blokade
Presiden AS Donald Trump dalam participates in a TrumpRx event, (18/5/2026). dok. Gedung Putih
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak mentah turun selama lima hari berturut-turut pada Selasa (22/9) setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melakukan pembicaraan selama beberapa jam dengan Iran.

Melansir CNBC International, Rabu (23/9), harga kontrak berjangka Brent crude, yang menjadi patokan harga minyak internasional, turun 1% menjadi US$99,25 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 1,2% menjadi US$94,59 per barel. Harga minyak telah turun lebih dari 4% sepanjang pekan ini, tetapi masih naik lebih dari 9% dalam sebulan.

Trump mengatakan AS bertemu dengan delegasi Iran selama tiga jam di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City. “Itu adalah pertemuan yang sangat baik,” kata Trump kepada wartawan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di PBB.

Dalam pidatonya di hadapan PBB pada Selasa, Trump mengatakan dirinya harus membuat “keputusan besar” terkait apakah AS akan mengupayakan kesepakatan melalui negosiasi dengan Iran atau “memusnahkan Republik Islam”.

“Saya yakin kita akan mencapai kesepakatan segera setelah pemilu karena tidak masuk akal bagi mereka untuk tidak melakukannya,” kata Trump dalam pidatonya. “Mereka menunggu untuk melihat bagaimana hasil saya dalam pemilu paruh waktu. Yang tidak mereka sadari adalah saya tidak mencalonkan diri.”

Trump mengatakan militer AS baru-baru ini telah mengawal lebih dari 1 miliar barel minyak melewati Selat Hormuz. Menurutnya, jumlah minyak yang mengalir melalui selat tersebut di bawah perlindungan militer AS saat ini lebih banyak dibandingkan titik mana pun sejak perang dimulai.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menghadiri Sidang Umum PBB. Trump mengatakan kepada Fox News pada Minggu bahwa dirinya terbuka untuk bertemu dengan Pezeshkian. Sejauh ini, setiap upaya penyelesaian melalui negosiasi antara AS dan Iran berakhir dengan kegagalan dan kembali memicu pertempuran.

Ada tanda-tanda bahwa tekanan pasokan di Timur Tengah dapat mereda pekan ini. Arab Saudi sedang berada pada tahap awal untuk mengaktifkan kembali jalur pipa East-West yang sangat penting, menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut seperti dikutip Bloomberg News. Riyadh menargetkan pemulihan aliran minyak dalam jumlah signifikan pada Sabtu, menurut salah satu sumber.

Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa jalur pipa tersebut sudah mulai memompa dalam jumlah kecil dan dapat kembali mengekspor minyak melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah pada Selasa.

Arab Saudi menutup jalur pipa tersebut setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone yang diluncurkan dari Irak pada 10 September. Jalur pipa ini memainkan peran penting dalam mengalihkan ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Laut Merah ketika AS dan Iran bersaing memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.

Selama jalur pipa tersebut ditutup, Riyadh kembali mengalihkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz.

Ras Tanura, pelabuhan di pantai timur Arab Saudi, mencatat aktivitas pemuatan minyak tersibuk sejak sebelum perang dimulai pada 28 Februari, berdasarkan data perusahaan intelijen maritim Kpler.

Enam kapal tanker super memuat hampir 12 juta barel minyak di Ras Tanura dan Juaymah pada Senin, menurut Kpler.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Harga Minyak Dunia, dan konflik Iran - AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.