IHSG Diproyeksi Volatil Hari Ini, Investor Nantikan Hasil RDG BI
IHSG diproyeksi masih bergerak volatil hari ini sambil menanti keputusan suku bunga BI, setelah anjlok 1,69% pada perdagangan sebelumnya.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali bergerak volatil pada perdagangan hari ini, Rabu (23/9). Pergerakan indeks masih akan dibayangi penantian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pada hari yang sama.
Sentimen tersebut muncul setelah IHSG ditutup melemah 1,69% ke posisi 6.277,04 pada perdagangan Selasa (22/9), sekaligus membawa indeks jatuh di bawah level psikologis 6.300. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebutkan, pelaku pasar memperkirakan BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 5,75%.
"Secara teknikal, IHSG telah ditutup di bawah level MA100 dan MA60, sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level psikologis di 6.200. Selain itu terdapat gap di level 6.186," ujar Alrich, Rabu (23/9).
Menurutnya, tekanan terhadap indeks kian kuat usai penutupan di bawah dua garis moving average tersebut. Kondisi ini membuka peluang IHSG bergerak turun lebih dalam sebelum menemukan titik keseimbangan baru.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, RDG BI menjadi katalis utama pergerakan pasar hari ini. Namun, ia menegaskan keputusan suku bunga bukan satu-satunya hal yang perlu dicermati investor.
Area 6.250-6.200 disebut Reza sebagai support penting bagi IHSG, sementara resistance berada di kisaran 6.370-6.410. Ia memperkirakan indeks masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan wait and see sepanjang perdagangan hari ini.
Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, Reza turut membagikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan harian. Tiga saham yang ia soroti antara lain BIPI, RMKE, dan CUAN.
Sementara itu, saham LABA masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai investor karena berpotensi mengalami tekanan harga dalam waktu dekat.
Apabila BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dan memberikan sinyal yang mendukung stabilisasi rupiah, peluang technical rebound pada IHSG masih terbuka. Sebaliknya, tekanan berpotensi berlanjut jika sentimen global, nilai tukar rupiah, dan harga minyak kembali memburuk.
"Yang lebih penting justru bagaimana respons BI terhadap tekanan rupiah dan kondisi global," kata Reza.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan RDG BI dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.