Periskop.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta melarang kegiatan menyambut Tahun Baru 2026 yang diwarnai kembang api. Baik oleh jajaran pemerintah maupun pihak swasta di kota metropolitan ini.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang melarang ada pesta kembang api, dalam seluruh rangkaian penyambutan Tahun Baru 2026.

"Kalau sudah imbauan tidak laksanakan (oleh pengelola mal, swasta atau pemilik hotel). Tetapi yang pasti, kalau ada pun (yang menggunakan kembang api) kami akan peringatkan untuk dihentikan," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan, Selasa (23/12) seperti dilansir Antara di Balai Kota Jakarta. 

Ia menyampaikan, jajarannya akan melakukan pengawasan di setiap wilayah untuk memastikan larangan dari Gubernur Pramono dilaksanakan. "Nanti kami akan monitor di setiap wilayah, apakah itu dilaksanakan atau tidak," ujar Satriadi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, seluruh rangkaian penyambutan Tahun Baru 2026 akan dilakukan secara sederhana tanpa pesta kembang api. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana yang terjadi di sejumlah daerah, khususnya di Sumatra.

Larangan tersebut diberlakukan untuk seluruh kegiatan resmi dan berizin, seperti di perhotelan, pusat perbelanjaan dan lokasi lainnya. Pramono pun mengimbau warga Jakarta agar menahan diri untuk tidak menyalakan kembang api atau petasan, sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah terdampak bencana.

Bundaran HI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri mengumumkan, hanya ada delapan lokasi penyambutan Tahun Baru 2026 yang tersebar di lima wilayah ibu kota dengan panggung utama di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Sebelumnya dipersiapkan sebanyak 14 titik, akhirnya diputuskan menjadi 8 titik. Titik utamanya nanti ada di Bundaran HI," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Senin.

Pramono bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno dan Sekretaris Daerah Jakarta Uus Kuswanto beserta jajarannya akan hadir di titik utama. Sementara titik di wilayah-wilayah lainnya akan dihadiri oleh wali kota masing-masing.

Pramono mengaku sudah meminta grup band D’Masiv untuk tampil dan membawakan lagu “Jangan Menyerah” pada acara malam Tahun Baru 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Kami sudah berpesan yang paling utama adalah pas pergantian itu di Bundaran HI, kami minta untuk D’Masiv. Judul lagunya 'Jangan Menyerah'. Karena untuk pesan lagu seperti ini kan nggak gampang,” ungkap Pramono.

Tak hanya D'Masiv, Pramono mengatakan, artis-artis lainnya juga sudah disiapkan untuk tampil. Namun, Pramono belum merinci siapa saja artis yang akan meramaikan acara pergantian tahun. 

Selain itu, Pramono mengatakan akan diadakan pula "video mapping" di beberapa titik seperti di Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI. “Karena tidak ada kembang api, maka yang ada adalah 'video mapping' yang dilakukan oleh drone yang tentunya tentang Sumatera, perhatian kami terhadap Sumatera,” tuturnya.