Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyebarkan kode QR atau QRIS donasi untuk Indonesia di beberapa titik, pada perayaan malam pergantian tahun 31 Desember nanti. Perayaan malam tahun baru di Jakarta sendiri akan menurut Pemprov DKI akan dijalankan dengan sederhana tanpa kembang api.

“Untuk memastikan semangat berbagi tetap hadir di tengah kemeriahan malam pergantian tahun, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menempatkan kode QR donasi di berbagai titik strategis pusat keramaian event,” kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim di Jakarta, Jumat (26/12) seperti dilansir Antara. 

Sistem QRIS donasi Dari Jakarta Untuk Indonesia itu, disiapkan oleh Pemprov DKI melalui BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dan Bank Jakarta. Menurut Chico, sistem QRIS tersebut diterapkan agar masyarakat dapat berdonasi dengan cepat, aman, dan nyaman sembari menikmati suasana kota Jakarta.

Kode QR atau QRIS tersebut ditempatkan di titik dan event berikut:

- Bundaran HI

- Sarinah

- UPK Kota Tua

- Fatahillah Kota Tua

- Depan Museum Prasasti

- Kantor Walikota Jakarta Pusat

- Mal Artha Gading 

- Kantor Walikota Jakarta Barat

- Taman Literasi

- Kantor Walikota Jakarta Selatan

- Velodrome

- Kantor Walikota Jakarta Timur

- Monas Week - UPK Monas

- Jakarta Light Festival - Christmas Edition

- Immersive - Anjungan Graha

- Christmas Carol

- Festival Musik Jakarta - Lapangan Banteng

- Pulau Untung Jawa (Kepulauan Seribu)

Lebih lanjut, Chico menjelaskan, saat ini donasi sudah mulai dikumpulkan. Masyarakat yang ingin berdonasi juga dapat mengunjungi Instagram resmi @baznasbazisdkijakata dan melakukan scan QRIS yang diunggah pada akun tersebut.

Real time jumlah donasi pada setiap event yang diadakan dapat diakses oleh Dinas Parekraf,” ungkap Chico. 

Sumatra dan Daerah Lain
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, donasi dibuka untuk korban bencana di beberapa lokasi di Indonesia, termasuk Sumatra saat penyambutan Tahun Baru 2026.

“Kami juga akan mengadakan donasi untuk Indonesia, (bukan hanya Sumatera) karena apa yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat dan beberapa daerah lain tentunya juga perlu mendapatkan perhatian,” ucap Pramono. 

Pemprov DKI Jakarta sejatinya sudah beberapa kali memberikan bantuan untuk masyarakat Sumatera yang terkena dampak banjir bandang dan longsor. Bantuan yang telah diberikan antara lain 16 toilet portabel dan juga bantuan secara langsung uang tunai yang disalurkan ke masing-masing kabupaten sebesar Rp3 miliar.

Pramono mengatakan, bantuan uang tersebut juga disalurkan ke Lhokseumawe dan Tapanuli Tengah. “Kami juga akan memberikan bantuan untuk Aceh Tamiang. Mengapa itu kami lakukan per kabupaten? Karena memang itu adalah arahan dan permintaan dari Kemendagri sehingga ada Surat Edaran (SE) Kemendagri-nya," tuturnya. 

Tak hanya memberikan bantuan, Pemprov DKI Jakarta juga akan membeli komoditas dari kawasan tersebut seperti beras atau cabai. “Untuk itu saya sudah meminta kepada dinas terkait untuk meminta kepada BUMD-BUMD Jakarta, di antaranya Dharma Jaya dan Food Station, untuk bisa menyerap atau membeli itu. Karena hal itu sangat dibutuhkan pada saat ini,” kata Pramono.