Periskop.id - Warga mengeluhkan deretan galian di Jalan Raya Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur. pasalnya, galian yang seakan tak ada habisnya, menjadi pemicu kemacetan dan membahayakan pengendara khususnya pengguna sepeda motor.

"Mana selesainya lama, gak kelar-kelar galiannya, setiap hari di sini macet, malah tambah macet jadinya," kata salah satu pengendara sepeda motor bernama Michael (32) di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (4/2) seperti dilansir Antara.

Terlihat di sejumlah titik galian, di ruas jalan tersebut tidak dilengkapi rambu peringatan maupun penutup yang memadai. Beberapa galian hanya ditutup seng, sementara sisanya dibatasi karung berisi tanah yang diletakkan di pinggir lubang.

Menurut Michael, galian yang belum ditimbun tanah dapat berisiko membuat pengendara motor atau pejalan kaki terperosok. Terutama saat malam hari ataupun hujan.

Selain itu, Michael juga mengeluhkan jalanan yang tampak bergelombang akibat kegiatan galian tersebut. "Namanya ada galian, terus jalanan dilalui sama bus atau kendaraan besar, jadinya ga bagus jalanan, bahaya juga," serunya. 

Meski arus lalu lintas terpantau relatif lancar, antrean kendaraan tetap terjadi saat melintasi beberapa titik galian, terutama pada jam sibuk. Hal serupa dikatakan warga sekitar bernama Frino (56). Ia menyebutkan, aktivitas galian di Jalan Raya Pondok Gede sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir.

Dia menyebut, pengerjaan memang hampir rampung, namun penyelesaiannya cukup memakan waktu. "Sudah jalan seminggu ini. Tapi sudah mau selesai, palingan bentar lagi, mungkin dua atau tiga hari. Tapi abis digali, diambil semua, belum tentu langsung dicor," tuturnya. 

Menurut Frino, kondisi jalan yang rusak akibat galian semakin memperparah kemacetan yang memang terjadi di kawasan tersebut. Terutama pada jam pulang kantor.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan ruas-ruas jalan yang rusak atau berlubang akibat curah hujan tinggi di ibu kota dapat segera diperbaiki, agar tak mengganggu keselamatan para pengguna jalan.

"Bina Marga sudah dan akan terus bergerak tanpa instruksi. Pak Gubernur sudah memberi instruksi bahwa tidak perlu disuruh ada jalan rusak, segera perbaiki," kata dia.

Rano mengatakan, perbaikan jalan saat ini bersifat sementara sebagai penanganan darurat di tengah musim hujan. Nantinya, setelah kondisi cuaca membaik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan perbaikan lanjutan.