Periskop.id - Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menilai, penambahan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) pada Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk menangani masalah jalan berlubang, perlu dasar perhitungan yang jelas.
"Tanpa ukuran yang jelas, kebijakan penambahan tenaga berisiko tidak efektif," kata Mujiyono di Jakarta, Jumat (13/2).
Menurut dia, setiap memasuki musim hujan, jumlah jalan rusak di Jakarta meningkat tajam. Titik-titik berlubang tersebar di berbagai ruas jalan dan berdampak langsung terhadap keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.
Dia mengatakan, sekitar 750 PJLP saat ini menangani masalah jalan berlubang di Jakarta yang membutuhkan penanganan serius dan terencana. "Kami memahami, ada kebutuhan untuk memperkuat tenaga lapangan. Namun penambahan PJLP tidak boleh dilakukan tanpa dasar perhitungan yang jelas," ujar Mujiyono.
Dia pun berpendapat, pemerintah perlu menyampaikan data kebutuhan riil per wilayah, rata-rata jumlah titik kerusakan, serta waktu respon yang selama ini dicapai.
Selain itu, evaluasi kinerja tenaga yang sudah ada juga harus diumumkan secara transparan. Tanpa ukuran yang jelas, kebijakan penambahan tenaga berisiko tidak efektif.
Bagi masyarakat, lanjut dia, ukuran keberhasilan bukan pada berapa banyak orang yang direkrut, tetapi seberapa cepat jalan rusak diperbaiki. "Jika PJLP ditambah, harus ada standar waktu penanganan yang tegas dan bisa diawasi publik," tutur Mujiyono.
Dia juga menekankan, warga berhak mengetahui durasi atau waktu respon terhadap setiap laporan jalan rusak, yakni lama pengerjaan atau perbaikan jalan tersebut. "Penambahan tenaga harus berbanding lurus dengan percepatan pelayanan dan penurunan risiko kecelakaan," ungkap Mujiyono.
Kekurangan Personel
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui jumlah PJLP Dinas Bina Marga DKI masih kurang untuk menangani jalan berlubang di seluruh wilayah ibu kota.
“Bina Marga sekarang ini hanya mempunyai kurang lebih 750 PJLP, sangat kurang. Kalau kemudian dibagi untuk lima kota dan satu kabupaten, sangat kurang sekali,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Barat, Kamis (11/2).
Oleh karena itu, dia menyetujui jika PJLP Dinas Bina Marga DKI Jakarta ditambah untuk membantu menangani permasalahan jalan berlubang di Jakarta. Terkait jumlah anggota baru yang dibutuhkan, Pramono mengatakan pihak Dinas Bina Marga DKI masih melakukan perhitungan.
Nantinya, kata Pramono, pihak Dinas Bina Marga yang akan menentukan bersama Asisten Pembangunan dan Sekretaris Daerah (Sekda). "Untuk PJLP jumlahnya berapa nanti akan diputuskan, tetapi memang dalam rapat saya sudah menyetujui untuk penambahan PJLP Bina Marga,” ujar Pramono.
Sebelumnya, berdasarkan data Dinas Bina Marga DKI Jakarta, penanganan jalan berlubang di seluruh wilayah DKI Jakarta telah dilakukan sejak 1 Januari hingga 26 Januari 2026 di 6.381 titik.
Selanjutnya, pada tahap kedua yang berlangsung pada 27 Januari hingga 2 Februari 2026, penanganan dilakukan di 2.147 titik. Dengan demikian, total sebanyak 8.528 titik jalan telah ditangani di seluruh DKI Jakarta.
Tinggalkan Komentar
Komentar