Periskop.id - Commuter Line Jabodetabek melayani lebih dari 178 juta perjalanan pengguna sepanjang semester pertama 2026. Tingginya volume penumpang, terutama pada hari kerja, membuat peningkatan kapasitas sarana dan stasiun semakin mendesak.
PT Kereta Api Indonesia atau KAI mencatat terdapat 178.001.308 perjalanan pengguna Commuter Line Jabodetabek selama Januari hingga Juni 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 6,95 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika KAI Commuter melayani sekitar 166,4 juta perjalanan pengguna di Jabodetabek.
"Commuter Line Jabodetabek melayani 178.001.308 perjalanan sepanjang Januari–Juni 2026," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, Sabtu (1/8).
Lebih dari 1 Juta Perjalanan Setiap Hari Kerja
Sebagian besar perjalanan terjadi pada Senin hingga Jumat. KAI mencatat sekitar 135,7 juta perjalanan atau 76,2% dari total volume semester pertama berlangsung pada hari kerja.
Rata-rata pengguna Commuter Line Jabodetabek pada hari kerja mencapai sekitar 1,05 juta perjalanan per hari. Jumlah tersebut 29,3% lebih tinggi dibandingkan rata-rata akhir pekan yang berada di kisaran 813.600 perjalanan per hari.
Kepadatan terutama terjadi pada pagi dan sore hari ketika masyarakat berangkat menuju tempat kerja, sekolah, pusat pelayanan publik, dan kembali ke kawasan tempat tinggalnya.
"Mereka adalah tulang punggung keluarga yang setiap hari mempercayakan perjalanannya kepada Commuter Line,” tutur Anne.
Menurut KAI, tingginya perjalanan pada hari kerja menunjukkan posisi penting Commuter Line dalam menopang produktivitas kawasan metropolitan. Kelancaran operasional KRL berkaitan langsung dengan ketepatan waktu pekerja, kegiatan usaha, akses pendidikan, hingga perputaran ekonomi antara Jakarta dan wilayah penyangga.
"Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang perlu dijawab bersama,” tegas Anne.
Total Pengguna KAI Commuter Capai 181,6 Juta
Dalam laporan kinerja yang diterbitkan KAI Commuter pada Juli 2026, total pengguna layanan perusahaan di area Jabodetabek dan sekitarnya mencapai 181.612.400 orang selama semester pertama 2026.
Angka tersebut mencakup 178 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek, sekitar 2,41 juta pengguna Commuter Line Merak, serta lebih dari 1,19 juta pengguna Commuter Line Basoetta.
Secara keseluruhan, jumlah pengguna layanan tersebut meningkat 7,02% dibandingkan semester pertama 2025 yang mencapai 169.701.778 orang.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel.
“Sepanjang Semester I 2026, KAI Commuter di Area Jabodetabek dan sekitarnya melayani lebih dari 181,6 juta pengguna. Angka ini menunjukkan terus Commuter Line semakin dipercaya masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi,” ujar Purnomo.
Stasiun dan Perjalanan KRL Terus Ditambah
Pertumbuhan jumlah pengguna turut diikuti perluasan jaringan layanan. Jumlah stasiun Commuter Line Jabodetabek bertambah dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.
Pada 2026, jaringan tersebut diperkuat dengan pengoperasian Stasiun Jatake di lintas Rangkasbitung dan Stasiun Jakarta International Stadium atau JIS di lintas Tanjung Priok.
Kedua stasiun baru itu memperluas akses transportasi berbasis rel menuju kawasan permukiman dan pusat kegiatan masyarakat.
Jumlah perjalanan KRL juga meningkat dari 881 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025. Dengan demikian, frekuensi perjalanan bertambah sekitar 21% dalam satu dekade.
Meski demikian, peningkatan jumlah perjalanan perlu dibarengi penambahan sarana, kapasitas lintas dan stasiun, serta penguatan sistem persinyalan dan kelistrikan.
KAI dan KAI Commuter sebelumnya juga melakukan revitalisasi serta perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Pekerjaan tersebut disiapkan agar rangkaian KRL dengan 12 kereta dapat beroperasi lebih optimal dan membawa lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne.
Stasiun Bogor sendiri melayani 392 perjalanan KRL per hari pada hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pengguna Bogor Line telah mencapai sekitar 51,87 juta perjalanan.
Bogor Line Jadi Lintas Tersibuk
Sepanjang 2025, Bogor Line menjadi lintas Commuter Line Jabodetabek dengan volume pengguna terbesar, yakni sekitar 155 juta perjalanan.
Posisi berikutnya ditempati lintas Cikarang dengan 85,9 juta perjalanan, Rangkasbitung 77,6 juta perjalanan, Tangerang 27,3 juta perjalanan, dan Tanjung Priok sekitar 3,5 juta perjalanan.
Secara keseluruhan, volume pengguna Commuter Line Jabodetabek menunjukkan tren pemulihan dalam lima tahun terakhir. Jumlah perjalanan tercatat sebanyak 168 juta pada 2021, meningkat menjadi 252 juta pada 2022 dan 331 juta pada 2023.
Jumlahnya sempat turun menjadi 328,2 juta perjalanan pada 2024, sebelum kembali meningkat menjadi 349,3 juta perjalanan sepanjang 2025.
KAI menyatakan pengembangan layanan berikutnya akan diarahkan pada penguatan kapasitas, integrasi antarmoda, optimalisasi pola operasi, pengembangan layanan digital, dan penataan kawasan berbasis transportasi publik.
“Setiap peningkatan kapasitas berarti perjalanan yang lebih layak bagi mereka yang setiap hari bekerja untuk orang-orang yang dicintainya,” kata Anne.
Tinggalkan Komentar
Komentar