perisop.id - Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam selama sebulan terakhir, sehingga kekayaan pencipta misteriusnya ikut terseret. Berdasarkan data Arkham Intelligence, sedikit lebih dari sebulan lalu, total kepemilikan Bitcoin Satoshi Nakamoto diperkirakan bernilai US$137 miliar, berdasarkan dompet digital yang diyakini terhubung dengan sosok di balik nama samaran tersebut.

Jika Satoshi benar-benar seorang individu tunggal, angka ini menempatkannya sebagai orang ke-11 terkaya di dunia, bahkan lebih kaya dari salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates. Namun perlu dicatat, Forbes tidak memasukkan Satoshi dalam daftar miliarder mereka.

Dengan penurunan harga Bitcoin lebih dari 30% menjadi US$87.281 dari rekor tertinggi US$126.080 pada awal Oktober, kekayaan Satoshi kini turun menjadi US$95,8 miliar hanya dalam waktu sebulan lebih. Sehingga kekayaannya turun sekitar US$41,2 miliar atau sekitar Rp688 triliun (asumsi kurs Rp16.697,75 per US$). Posisi ini menjadikannya orang ke-20 terkaya di dunia, kini lebih miskin daripada Gates yang memiliki kekayaan US$104,4 miliar.

Melansir DeCrypt, Kamis (28/11), Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang digunakan oleh pencipta Bitcoin saat menulis white paper pada 2008, serta saat berkomunikasi di forum atau melalui email. Meskipun banyak upaya untuk mengungkap identitas asli Satoshi, termasuk dokumenter HBO yang mencuat tahun lalu belum ada yang berhasil meyakinkan publik bahwa mereka telah menemukan orang yang tepat.

Para ahli kripto bisa memperkirakan berapa banyak Bitcoin yang dimiliki Satoshi. Dengan menggunakan apa yang disebut Patoshi Pattern, pola penambangan unik yang hanya ditemukan di blok-blok Bitcoin awal. Para ahli memperkirakan Satoshi memiliki sekitar 1,1 juta BTC, hampir sama dengan 1,096 juta BTC yang dilacak Arkham Intelligence.

Meski begitu, kekayaan sebenarnya Satoshi bisa saja berbeda jauh dari angka ini, karena kita tidak mengetahui apakah ia memiliki aset di luar Bitcoin atau di luar rantai (off-chain). Forbes sendiri menghitung kekayaan miliarder berdasarkan aset publik mereka dan memperkirakan nilai aset pribadi, yang bisa jadi tidak akurat.

Terlepas dari ketepatan angka kekayaannya, jelas bahwa US$95,8 miliar merupakan bagian signifikan dari total kekayaannya. Karena itu, beberapa pihak percaya pencipta misterius ini mungkin muncul ke publik, seiring kemajuan komputasi kuantum yang bisa mengancam keamanan Bitcoin, fenomena yang disebut Q-Day.

Beberapa proposal bahkan sudah diajukan untuk membekukan Bitcoin milik Satoshi sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kuantum. Ada pula yang menyarankan hard fork Bitcoin untuk membuat seluruh jaringan tahan terhadap ancaman ini.

Joseph Chalom, Co-CEO SharpLink Gaming, perusahaan terkemuka di bidang treasury Ethereum, mengatakan kepada Decrypt bahwa ia percaya Satoshi bisa muncul ketika tantangan ini dihadapi.

“Saya punya ide liar bahwa suatu saat, lima atau 10 tahun dari sekarang, ketika jaringan Bitcoin perlu di-quantum-proof, akan ada keputusan penting terkait standar dan enkripsi. Akan ada keputusan mengenai apakah protokol perlu hard fork, dan apa yang dilakukan terhadap dompet-domet yang tidak aktif,” kata Chalom pada September.