Periskop.id - Di tengah gempuran musik modern dan tren lagu yang datang silih berganti, grup band asal Yogyakarta, Letto, membuktikan bahwa karya yang memiliki kedalaman spiritual dan puitis tetap memiliki tempat spesial di hati pendengar.
Hingga awal tahun 2026, data platform streaming musik Spotify menunjukkan angka pendengar yang luar biasa untuk lagu-lagu band yang digawangi oleh Noe (vokal), Patub (gitar), Arian (bass), dan Dhedot (drum) ini.
Kekuatan Letto terletak pada lirik-lirik kontemplatif yang sering kali memiliki makna berlapis. Apa yang terdengar seperti lagu cinta romantis bagi sebagian orang, sering kali merupakan dialog antara manusia dengan Sang Pencipta.
Berikut adalah penelusuran mendalam terhadap 10 lagu Letto yang paling banyak didengarkan di Spotify.
1. Ruang Rindu (178,20 Juta Putaran)
Menempati urutan pertama, "Ruang Rindu" telah menjadi balada ikonik sejak pertama kali mengudara pada tahun 2005. Bagian dari album Truth, Cry and Lie ini meraih popularitas masif saat menjadi soundtrack sinetron Intan pada tahun 2006.
Diciptakan oleh Noe, lagu ini bukan sekadar tentang rindu biasa, melainkan tentang penerimaan dan pertemuan batiniah yang spiritual di tengah kehilangan.
2. Sebelum Cahaya (72,48 Juta Putaran)
Rilis pada tahun 2007 lewat album Don't Make Me Sad, lagu ini merupakan hasil kolaborasi Noe dan Cornel. "Sebelum Cahaya" dikenal luas karena liriknya yang menyentuh sisi spiritual terdalam manusia, mengajak pendengar untuk merenung di tengah kesunyian sebelum fajar menyapa.
3. Sandaran Hati (57,70 Juta Putaran)
Lagu yang dirilis pada tahun 2005 ini kembali membuktikan sisi sufistik Letto. Noe menulis liriknya dengan nuansa tasawuf yang kental. Alih-alih menceritakan pasangan, "Sandaran Hati" menggambarkan Tuhan sebagai satu-satunya tempat bersandar sejati saat manusia menghadapi kehampaan dan gundah gulana hidup.
4. Permintaan Hati (48,81 Juta Putaran)
Sering disalahartikan sebagai lagu romantis murni, "Permintaan Hati" sebenarnya adalah sebuah doa. Berasal dari album Don't Make Me Sad yang terbit pada 2007, lagu melankolis ini merupakan curahan hati dan pencarian manusia akan sandaran hidup yang abadi di tengah kebingungan duniawi.
5. Sebenarnya Cinta (18,60 Juta Putaran)
Lagu ini yang menjadi bagian dari album Truth, Cry and Lie ini pertama kali didengarkan pada 2005. Liriknya yang puitis menggambarkan kesadaran manusia yang selama ini terlena oleh fatamorgana dunia. Ada pesan penyesalan dan keinginan kuat untuk bangun dari "mimpi" duniawi menuju hakikat cinta yang sejati kepada Sang Pencipta.
6. Lubang di Hati (12,68 Juta Putaran)
Hadir di album ketiga bertajuk Lethologica yang muncul pada 2009, lagu ciptaan Noe dan Cornel ini memotret rasa hampa manusia yang tidak akan pernah bisa terisi oleh materi atau cinta manusiawi semata. Lagu ini secara spiritual mengajak pendengar menjadikan Tuhan sebagai pengisi "lubang" di hati tersebut.
7. Sampai Nanti, Sampai Mati (10,98 Juta Putaran)
Lagu hit dari album Truth, Cry, and Lie ini didengar pertama kali pada 2005. lagu ini membawa pesan yang sedikit berbeda namun tetap mendalam.
Noe, sebagai pembuat lagu, menekankan pada aspek keteguhan hati, kesetiaan, dan semangat pantang menyerah dalam mengejar mimpi serta menghadapi tantangan hidup hingga akhir hayat.
8. Cinta... Bersabarlah (5,51 Juta Putaran)
Lagu dari album keempat yang terbit pada 2011 ini mengusung nuansa yang lebih segar. Temanya adalah tentang kesabaran dalam menanti kepastian. Khas gaya filosofis Letto, liriknya tetap menjunjung tinggi kedamaian serta kepasrahan total kepada takdir Tuhan.
9. Senyumanmu (5,48 Juta Putaran)
Kembali dari album Lethologica (2009), "Senyumanmu" adalah karya pop-rock puitis yang menjembatani tema cinta manusiawi dengan lapisan spiritual yang dalam. Lagu ini menunjukkan kepiawaian Letto dalam mengemas diksi sederhana menjadi makna yang luar biasa.
10. Kepada Hati Itu (3,65 Juta Putaran)
Menutup daftar sepuluh besar, lagu yang dirilis pada 2009 ini memiliki tafsir yang sangat unik dan religius. "Kepada Hati Itu" sering kali ditafsirkan sebagai bentuk metafora dari rayuan iblis yang mencoba menjauhkan manusia dari Tuhannya, sebuah pergulatan batin yang jarang diangkat oleh grup band lain. Lagu ini merupakan bagian dari album Lethologica.
Tinggalkan Komentar
Komentar