Periskop.id - Polka Wars resmi mengumumkan kembalinya mereka ke jalur produksi musik dengan menyiapkan single teranyar berjudul "Terbentur". Trio yang beranggotakan Karaeng Adjie, Xandega Tahajuansya, dan Giovanni Rahmadeva ini menandai kebangkitan setelah cukup lama tidak merilis karya besar sebagai sebuah band.

 

Kabar perilisan tersebut diungkap dalam acara Sesi Dengar dan Silaturahmi yang berlangsung di Kios Ojo Keos pada Selasa (4/8). Meski sempat dirahasiakan, kini "Terbentur" resmi mengudara dan telah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital sejak Rabu (5/8).

 

Single ini disebut sebagai titik balik yang menyalakan kembali semangat kolektif ketiga personel untuk aktif membahas dan menggarap materi bersama. Gairah berkarya itu muncul usai mereka merasakan kembali euforia manggung bersama dalam beberapa kesempatan terakhir.

 

Xandega mengaku momen-momen di atas panggung itu menjadi pemantik utama keinginan mereka untuk memproduksi karya baru. "Dan itu jadi benar-benar menyulut api lagi di antara kita bertiga untuk, yuk, kita bikin sesuatu yang kalau bisa lebih bagus daripada yang pernah kita bikin," ujarnya.

 

Meski jarang muncul dengan rilisan kolektif, para personel menegaskan bahwa Polka Wars sebenarnya tidak pernah benar-benar berhenti berproses. Di balik minimnya aktivitas band, masing-masing tetap sibuk menjalankan proyek solo, memproduksi musik secara mandiri, hingga bereksperimen dengan berbagai bentuk karya lain.

 

Proses penggarapan "Terbentur" pun diklaim berjalan dengan cara yang berbeda dari karya-karya Polka Wars sebelumnya. Diskusi musik dan lirik kini berlangsung lebih terbuka, seiring masing-masing personel telah melalui beragam pengalaman dan pergulatan hidup yang membentuk perspektif baru dalam bermusik.

 

Xandega berharap besar bahwa "Terbentur" bisa menjadi representasi Polka Wars versi paling matang, sekaligus digarap dengan arah dan tujuan yang jelas. "Moga-moga ini jadi karya kita yang paling dewasa, paling intentional," tuturnya.

 

Menariknya, cikal bakal "Terbentur" lahir secara spontan ketika salah satu personel kembali menyentuh gitar setelah lama menjauh dari instrumen tersebut. Sebagian besar kerangka lagu dan liriknya mengalir begitu saja dalam kurun waktu sekitar dua jam, sebelum akhirnya dibedah dan disempurnakan bersama anggota lain.

 

Tak berhenti di satu lagu, Polka Wars mengaku sudah mengantongi sejumlah materi lanjutan. Namun, mereka memilih untuk tidak terburu-buru menentukan wujud akhir karya berikutnya, mengingat prioritas saat ini lebih diarahkan pada proses, kejujuran dalam menulis, serta menjaga kualitas setiap lagu yang dihasilkan.

 

Kehadiran "Terbentur" juga membawa perubahan pada formasi panggung Polka Wars. Giovanni Rahmadeva kini mengambil posisi yang lebih dominan di depan, sementara kebutuhan tambahan drum dan gitar digenapi oleh Dimas dan Pandu, yang turut berperan dalam proses produksi sekaligus eksekusi lagu tersebut saat dibawakan secara langsung.

 

Dengan formasi baru dan semangat yang kembali membara, "Terbentur" dipastikan tak hanya berhenti di ruang studio. Polka Wars berencana membawa langsung lagu terbaru ini ke atas panggung dalam waktu dekat, jadi para penggemar bisa mulai bersiap untuk menjadi saksi pertama kali lagu ini dibawakan secara live.