Periskop.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka layanan servis dan cuci motor gratis, bagi korban terdampak bencana di wilayah Sumatera. Langkah ini diambil untuk memulihkan mobilitas serta operasional masyarakat setempat.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, Polri melalui kepolisian daerah (Polda) di tiga provinsi telah melayani 1.865 unit motor untuk diperbaiki dan mencuci motor yang teredam banjir hingga tanah longsor.

"Kami juga membuka pelayanan servis dan cuci motor gratis untuk kendaraan-kendaraan yang mungkin kemarin sempat rusak untuk bisa digunakan, paling tidak untuk bisa membantu operasional kegiatan masyarakat untuk segera bisa pulih," ujarnya dalam konferensi pers "Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatera" di Jakarta, Senin (29/12). 

Kapolri memaparkan, Polda Aceh sendiri telah melayani 120 unit kendaraan roda dua diantaranya Polres Aceh Tamiang, Polres Aceh Utara, dan Polres Lhokseumawe memperbaiki dan mencuci motor gratis. Selanjutnya, Polda Sumatera Utara melalui Polres Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara melayani 941 unit kendaraan motor untuk dilakukan servis dan cuci motor secara gratis.

Selain itu, Polda Sumatera Barat pada Wilayah Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam telah melayani 309 unit motor untuk dilakukan servis dan cuci motor gratis. Dua titik berbeda di Sumatera Barat, yakni Kecamatan Palembayan sebanyak 339 unit motor dan Kecamatan Pauh Kota Padang sejumlah 156 unit motor mendapatkan pelayanan serupa.

Personel Tambahan
Untuk diketahui, Polri mengerahkan 1.500 personel tambahan untuk mempercepat pemulihan dampak banjir dan longsor di Sumatera.

"Jadi, saat ini baru saja kita berangkatkan 1.500 personel Polri untuk menambah kekuatan yang sebelumnya sudah ada," kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di Jakarta, Senin.

Sigit menjelaskan, penambahan personel tersebut diperuntukkan khusus untuk mempercepat penanggulangan bencana di Provinsi Aceh. "Mereka kita berangkatkan untuk membantu mempercepat, khususnya yang di Aceh," ujarnya.

Pengerahan personel tambahan tersebut terdiri atas 900 personel Satbrimob Polda serta 600 personel Korps Brimob Polri. Sebanyak 1.500 personel tersebut dibagi ke dua provinsi, yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Menurut Listyo, total personel yang sudah terjun ke lapangan saat ini terdapat 10.759 personel di tiga provinsi terdampak bencana. "Total saat ini sudah ada 10.759 dan kita sudah persiapkan personel berikutnya," ucapnya.

Tugas personel tambahan itu, kata Sigit, akan membantu mempercepat pembersihan rumah, tempat ibadah, sekolah, dan sektor pelayanan publik. "Karena kalau nanti kemudian ada tugas-tugas lanjutan, khususnya seperti yang disampaikan oleh Menko PMK, terkait dengan persiapan infrastruktur apabila ada pembangunan huntara dan huntap," imbuhnya. 

Ia juga menegaskan tidak hanya pembersihan, kebutuhan akan air bersih akan disediakan melalui pemasangan sumur bor di beberapa titik. 'Dengan tugas membantu mempercepat pembersihan terkait rumah, tempat beribadah, sekolah-sekolah, dan juga sektor-sektor pelayanan publik termasuk juga pemasangan-pemasangan sumur bor, kemudian kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan," tuturnya.