Periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), tercatat memperbaiki sebanyak 1.240 rumah milik mustahik di berbagai daerah di Indonesia, sepanjang tahun 2025.

"Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 Baznas telah melakukan perbaikan rumah tidak layak huni milik mustahik yang tersebar di 36 provinsi di seluruh Indonesia, dari wilayah paling barat di Provinsi Aceh hingga wilayah paling timur di Provinsi Papua," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (3/1). 

Saidah mengatakan pihaknya menggandeng Baznas daerah, serta bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), untuk memastikan kualitas pembangunan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Ia menjelaskan, Program RLHB menyasar keluarga mustahik yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang membahayakan keselamatan dan kesehatan penghuninya.

Dalam pelaksanaannya, kata Saidah, Baznas juga mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik wilayah setempat. Hal tersebut penting agar hasil perbaikan rumah dapat dimanfaatkan secara optimal, sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di masing-masing daerah, dan berjangka panjang.

"Salah satu penerima manfaat Program RLHB ialah Bapak Muhyidin, warga Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dulu rumahnya hanya berdinding papan kayu, Alhamdulillah, kini telah selesai diperbaiki Baznas dengan menggunakan dinding tembok yang lebih kuat dan aman," ujar Saidah.

Selain di Papua Barat, Saidah menyebut Program RLHB juga dilaksanakan di wilayah Aceh. Saidah menyebutkan Baznas RI telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 27 rumah mustahik di daerah tersebut. Ke depan, Saidah menegaskan, Baznas tetap berkomitmen melanjutkan Program RLHB pada tahun 2026.

Baznas juga akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini penting guna memperluas jangkauan program, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga melalui bantuan rumah layak huni ini dapat membantu para mustahik dalam memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik," ucapnya.

Gotong Royong
Sejatinya, program bantuan RTLH tal hanya berguna buat musthaik semata.  Pimpinan Bidang Teknologi dan Informasi Baznas Muhammad Nadratuzzaman Hosen mengatakan, program ini juga dapat mendorong keterlibatan berbagai pihak, dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak.

"Program ini sudah berjalan dan kehadiran Baznas di dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai penghimpun dana zakat, tapi juga berperan mendorong pemberdayaan, dan menciptakan kepedulian dari berbagai pihak agar bergotong royong membantu sesama," tuturnya. 

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan perbaikan hunian masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan tersebut, pemerintah daerah dan berbagai pihak ikut serta membedah rumah warga.

"Ini digerakkan dengan pola membangun dengan gotong royong, sebab di tengah masyarakat memang kegiatan gotong royong ini sudah mulai berkurang sehingga kita hidupkan kembali," jelasnya. 

Ia melanjutkan, selain program bantuan rumah tinggal layak huni, Baznas juga telah melakukan program Baznas tanggap bencana, sebagai bentuk respons cepat dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah.

"Baznas tanggap bencana ini memang baru beberapa saja di kabupaten dan nanti akan diperluas. Jadi kalau ada bencana kita bisa terjun lebih dulu serta melakukan pertolongan sambil menunggu bantuan dari pemerintah," imbuhnya.