Periskop.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sudah berada di Kabupaten Aceh Tamiang, segera bekerja memulihkan roda pemerintahan daerah yang terdampak bencana.
“Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan,” kata Bima Arya usai menyambut kedatangan kloter pertama Praja IPDN di Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/1).
Pernyataan itu, lanjutnya, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang menginstruksikan, para praja membantu pemulihan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana selama satu bulan ke depan.
Bima menjelaskan, fokus utama penugasan Praja IPDN meliputi pembersihan dan penataan kembali kantor-kantor dinas. Lalu melakukan pendampingan terhadap seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik dapat segera berjalan kembali.
Ia mengingatkan, kondisi lapangan pascabencana tidak mudah dan menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan tinggi dari seluruh Praja IPDN. “Kondisinya tidak mudah, medannya berat. Tapi yakinilah bahwa Anda semua sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.
Menurut Bima, penugasan di Aceh Tamiang merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter Praja IPDN. Pengalaman tersebut menjadi ajang penggemblengan kepemimpinan, empati sosial, dan ketangguhan sebagai aparatur negara.
“Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan, tempat ujian bagi kalian semua,” kata Bima.
Selain mendukung pemulihan pemerintahan, Praja IPDN juga berpotensi dilibatkan dalam pendampingan pemulihan ekonomi masyarakat. Termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat kembali bangkit.
“Pastikan semuanya memberikan yang terbaik. Anda semua adalah pelaku sejarah. Anda semua adalah aktor-aktor yang sangat menentukan. Keringat Anda, waktu Anda, pikiran Anda selama di sini akan dinanti dan dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang,” tuturnya.
Bagian dari KKN
Sebelumnya, Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN untuk menerapkan ilmu pemerintahan yang didapatkan di kampus, guna membantu pemulihan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Tito menegaskan, penugasan praja IPDN ke Aceh merupakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah yang terdampak bencana. Nah, Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling berat.
"Praktikkan bersama dengan nanti ASN Kemendagri, pengasuh, untuk bantu menghidupkan pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa-desa," kata Tito saat melepas keberangkatan praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu.
Ia mengatakan, seluruh kecamatan di daerah tersebut terdampak dan lebih dari 200 desa mengalami kerusakan. Bahkan, kantor pemerintahan kabupaten hingga desa masih dipenuhi lumpur, sistem administrasi terganggu, serta layanan kependudukan dan teknologi informasi belum berjalan optimal.
Mendagri menyampaikan, penugasan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan karena praja IPDN yang diberangkatkan telah dipilih dari ribuan praja lainnya. Menurutnya, pengalaman terjun langsung menangani persoalan pemerintahan pascabencana, merupakan pengalaman langka yang belum tentu dapat dirasakan semua orang.
Tito menjelaskan, penugasan ini merupakan bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) bagi para praja IPDN. Bahkan, kegiatan tersebut juga masuk kurikulum pembelajaran sehingga menjadi bahan penilaian bagi praja.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto sangat mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri dalam mengirimkan praja IPDN ke daerah bencana. Bahkan, Presiden juga mendukung apabila sekolah kedinasan lain, dapat mengerahkan siswanya untuk membantu daerah terdampak sesuai dengan keilmuannya masing-masing.
"Misalnya, sekolah kedinasan di bidang perhubungan itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan, bandara ada yang terdampak enggak, pelabuhan termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil," kata Mendagri.
Tinggalkan Komentar
Komentar