periskop.id - Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di desa-desa terpencil dengan menargetkan 300 ribu jembatan penyeberangan sungai yang harus dibangun dan diperbaiki di seluruh Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan, ekonomi, dan keselamatan warga di wilayah pelosok.

Target masif ini diungkap Presiden Prabowo Subianto melalui pidato dan video yang ditayangkan dalam Taklimat Awal Tahun Presiden di Hambalang, Selasa (6/1). Dalam klip itu terlihat perkembangan kerja Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang dibentuk untuk merancang dan membantu pembangunan jembatan-jembatan tersebut di desa-desa yang selama ini terisolasi oleh sungai tanpa akses jembatan yang layak.

“Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu satgas khusus merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut, turun ke desa-desa tersebut, cari titik-titik tersebut. Saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo dalam video yang ditayangkan.

Program ini menjadi respons pemerintah setelah menerima laporan dari masyarakat dan tayangan kondisi lapangan yang menunjukkan banyak anak sekolah dan warga desa harus menyeberangi sungai berarus deras tanpa jembatan yang layak, sehingga berisiko keselamatan mereka setiap hari. 

Pemerintah menilai perbaikan jembatan merupakan langkah mendesak untuk memastikan akses yang aman bagi anak sekolah, petani, pedagang, dan kegiatan ekonomi lokal.

Prabowo menginstruksikan berbagai pihak untuk terlibat langsung di lapangan. Pemerintah memerintahkan TNI, Polri, dan Mahasiswa Teknik Sipil untuk membantu Satgas perbaikan jembatan bekerja secara cepat dan komprehensif. Keterlibatan mahasiswa teknik sipil dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia diminta turun langsung ke lapangan untuk merancang dan membangun jembatan penyeberangan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain pembangunan jembatan kecil dan penyeberangan sederhana, pemerintah juga telah meresmikan sejumlah jembatan di daerah terdampak bencana atau wilayah yang aksesnya sangat buruk. Seperti pembangunan jembatan Bailey di lokasi terdampak bencana di Sumatra dan beragam jembatan gantung yang kini berdiri di berbagai pelosok negeri, antara lain di:

  • Ciwaringin, Cirebon (65 m), Jawa Barat
  • Way Umbar, Tanggamus (70 m), Lampung
  • Lopasir, Banyumas (50 m), Jawa Tengah
  • Ciparanti, Pangandaran (35 m), Jawa Barat
  • Aik Lekok, Lombok Timur (80 m), NTB
  • Likunggavali, Parigi Moutong (20 m), Sulawesi Tengah
  • Ular, Deli Serdang (150 m), Sumut
  • Bokpendem, Kediri (40 m), Jawa Timur
  • Cisokan, Cianjur (100 m), Jawa Barat
  • Cisurupan, Garut (50 m), Jawa Barat
  • Krueng Arakundo, Aceh Timur (50 m), Aceh

Selesainya 11 jembatan gantung di minggu pertama 2026 menjadi awal dari rangkaian pembangunan infrastruktur penyeberangan sungai lainnya yang ditargetkan terkoneksi ke desa-desa terpencil, sehingga mobilitas warga menjadi lebih mudah dan aman.