periskop.id - Presiden Prabowo Subianto akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus Darurat Jembatan yang bertugas membangun jembatan di setiap pelosok daerah. Inisiatif ini guna memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus menyeberangi sungai demi berangkat ke sekolah.

"Untuk mengatasi ini, saya bentuk suatu satgas khusus, satgas darurat," kata Prabowo dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jakarta, Jumat (28/11).

Prabowo meminta kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mengerahkan semua mahasiswa tingkat dua hingga empat dari teknik sipil agar membantu dan merancang pembuatan jembatan tersebut.

"Saya minta Menteri Dikti untuk nanti mengerahkan semua mahasiswa tingkat 2, tingkat 4 dari teknik sipil," tegasnya.

Ia juga meminta TNI dan Polri untuk mengerahkan seluruh Batalyon Zeni, Batalyon Teritorial Pembangunan, serta kompi-kompi konstruksi lainnya.

"Saya minta ini diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," tegasnya. 

Kepala negara itu menegaskan pembangunan tidak boleh terhambat oleh pembahasan studi kelayakan yang terlalu panjang, serta berbagai seminar atau simposium. Ia menekankan pekerjaan harus segera dilakukan dan diselesaikan.

"Tidak ada kita bicara feasibility study terlalu lama. Ini, itu, tidak ada, seminar, simposium, kita kerjakan ini, kita selesaikan ini, Anak-anak kita teriak, kita harus jawab," Prabowo mengakhiri.