Periskop.id - PT PLN (Persero) melaporkan, pemulihan listrik hampir tuntas di semua desa yang terkena bencana banjir di Sumatera. Hanya sedikit jaringan kelistrikan di Aceh yang masih menghadapi tantangan berat akibat kerusakan transmisi dan akses jalan yang terputus.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1) menyampaikan, di Sumatera Utara, dari total 6.223 desa terdampak, 99,97% telah kembali menyala. “Kami harus mengakui bahwa kami mendirikan tiang listrik kembali bukan dalam kondisi ideal ketika tanah masih stabil, tetapi listrik harus menyala kembali,” ujar Darmawan.

Ia menyebut saat ini hanya tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan. “Maka tiang-tiang listrik yang sudah kami dirikan, ada yang roboh, kami dirikan lagi, roboh, kami dirikan kembali,” imbuhnya. 

Di Sumatera Barat, Darmawan mengatakan seluruh 1.265 desa terdampak telah pulih sejak 23 Desember 2025. Sementara itu, di Aceh, PLN menghadapi kerusakan transmisi dalam skala yang disebut Darmawan “belum pernah dihadapi sebelumnya.”

Gangguan terjadi pada jalur transmisi Bireun - Arun - Peusangan yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Arun dengan Bireun, Takengon, dan Banda Aceh. Selain itu, jalur Langsa - Pangkalan Brandan yang menghubungkan sistem Aceh dengan interkoneksi Sumatera juga terdampak.

PLN mencatat total 66 tower transmisi rusak, terdiri dari 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi. Darmawan menambahkan, perbaikan sistem kelistrikan juga terkendala karena akses jalan yang masih terisolir.

Ia menyampaikan dari total sekitar 6.500 desa di Aceh, masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1% yang belum kembali menikmati aliran listrik. Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten: Aceh Barat (1 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Aceh Timur (3 desa), Aceh Utara (1 desa), Bireun (1 desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (7 desa), serta Aceh Tengah (29 desa).

“Kami perlu melakukan perencanaan dan juga bagaimana memperkuat sistem kami untuk menghadapi bencana seperti ini,” kata Darmawan.

Diskon Tarif Listrik

Sementara itu, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dukungannya terhadap rencana pemberian diskon tarif listrik kepada masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera. Namun, hingga kini belum ada pengajuan resmi terkait kebijakan tersebut yang masuk ke Kementerian Keuangan.

Purbaya mengatakan, usulan diskon tarif listrik kemungkinan akan disampaikan oleh PT PLN (Persero). Sampai saat ini, ia mengaku belum menerima permintaan tersebut.

"Belum sampai ke saya. Itu nanti mungkin PLN yang akan sampaikan ke saya, belum, sampai sekarang belum sampai ke saya," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (8/1). 

Ia menilai, kebijakan diskon tarif listrik sangat relevan bagi korban bencana di Sumatera, mengingat banyak warga yang belum dapat kembali beraktivitas dan memperoleh penghasilan pascabencana. Dalam kondisi tersebut, keringanan tarif listrik dinilai wajar sebagai bentuk dukungan negara.

"Kalau untuk daerah bencana selama masa itu harusnya ada, termasuk dana bencana kita karena mereka juga susah, mungkin juga belum berproduksi kan beberapa tempat, jadi enggak punya uang. Kalau dikasih pengurangan (diskon listrik) ya wajar saja. Tapi saya belum nerima permintaannya," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pihaknya tengah mengkaji rencana pemberian diskon tarif listrik untuk wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

"Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, rencana diskon listrik tersebut merupakan tindak lanjut atas surat permohonan yang diajukan oleh para kepala daerah di wilayah terdampak bencana. Ia juga memastikan kebijakan tersebut akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum dilaksanakan.

"Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita," ujar Bahlil.

Selain soal tarif listrik, Kementerian ESDM juga fokus pada pemulihan infrastruktur kelistrikan. Bahlil menyebut terdapat sekitar 150 desa yang membutuhkan penyelesaian infrastruktur listrik secara menyeluruh.

"Kami kirim seribu genset kepada saudara-saudara kita di sana, karena masih ada infrastruktur darat tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan," tuturnya.