Periskop.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat, sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. bencana ini diduga disebabkan hujan deras, Sabtu (24/1)dini hari.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Jabar di Bandung, Sabtu, delapan orang korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.

Longsor yang menimpa kawasan itu sekitar pukul 02.30 WIB menyebabkan 30 rumah terdampak dan satu rumah rusak berat. Selain itu, dilaporkan juga sekitar 400 warga harus dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang aman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Bambang Imanudin mengatakan, tim gabungan telah menyiapkan sejumlah pos untuk penanganan korban, mulai dari pos utama hingga pos lapangan di beberapa titik.

"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas," kata Bambang.

Bambang menyebutkan, para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok, karena masih berada di lokasi penampungan sementara. Menurut dia, pasokan logistik terus diupayakan agar mencukupi, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang sudah mulai disalurkan ke wilayah terdampak.

"Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk," ujarnya.

Darurat Bencana
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), menetapkan status darurat bencana, menyusul peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, penetapan status tersebut dilakukan guna mempercepat proses penanganan di lapangan, termasuk pencarian sebanyak 82 warga yang dinyatakan hilang.

“Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak,” ujar Jeje.

Jeje menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana ke depan, mengingat wilayah Bandung Barat dan Jawa Barat pada umumnya merupakan kawasan rawan bencana. “Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring,” ucapnya. 

Dengan status darurat bencana tersebut, ia memastikan seluruh sumber daya pemerintah daerah akan dimaksimalkan untuk penanganan korban.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman menyebutkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 82 warga yang tertimbun longsor di area tersebut. Ia mengatakan pencarian dilakukan secara manual dengan mengandalkan personel gabungan serta bantuan anjing pelacak K9.

“Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan. Kemudian ada delapan orang ditemukan meninggal dunia dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Herman.

Herman menyebutkan, proses pencarian dan evakuasi korban dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Basarnas.