Periskop.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta, bagi setiap kepala keluarga (KK) yang mengungsi akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dedi mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya kontrak tempat tinggal sementara, sekaligus memenuhi kebutuhan hidup para penyintas selama dua bulan ke depan.

“Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga untuk ngontrak dulu di mana terserah,” kata Dedi saat meninjau korban longsor di Bandung Barat, Sabtu (24/1).

Ia menilai para pengungsi berpotensi mengalami tekanan psikologis apabila terlalu lama berada di posko pengungsian. “Kalau di sini tambah stres jadi penyakit,” serunya. 

Dalam kunjungan itu, Dedi juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, untuk segera menyiapkan alokasi anggaran tersebut. Ia menegaskan bantuan tersebut diharapkan dapat menjamin kebutuhan dasar korban, sehingga pemerintah dapat lebih fokus pada proses pencarian warga yang masih tertimbun material longsor serta pemulihan pascabencana.

“Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun,” ucapnya.

Sepuluh Korban Tewas
Sebelumnya, longsor terjadi di kawasan lereng Gunung Burangrang pada Sabtu dini hari dan berdampak pada wilayah Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 serta Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana tersebut. 

Delapan orang korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat sebanyak sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan di Bandung, Sabtu, mengatakan, sebanyak enam identitas jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi.

"Dari jumlah tersebut, terdapat 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses. Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan masih ada tiga lainnya yang masih dalam proses identifikasi," jelasnya.

Ia menjelaskan, proses identifikasi lainnya masih terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan di tengah keterbatasan cuaca ekstrem. Ia juga menambahkan, beberapa bagian tubuh sudah memiliki pembanding sidik jari terhadap bagian tubuh yang sudah dievakuasi dan kini dalam proses identifikasi melalui data sebelum meninggal (ante-mortem) dan sesudah meninggal (post-mortem).

"Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi karena memiliki pembanding sidik jari. Sementara bagian tubuh berupa kaki dan lainnya masih dalam proses identifikasi melalui ante-mortem dan post-mortem," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengatakan, proses pencarian korban terdampak longsor masih menghadapi kendala kondisi cuaca di lokasi kejadian.