Periskop.id- PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam disebabkan gangguan pada sistem transmisi akibat cuaca buruk. Gangguan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 18.44 WIB dan berdampak luas terhadap sistem kelistrikan di Pulau Sumatera.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, gangguan awal terjadi pada ruas transmisi yang kemudian memicu ketidakseimbangan sistem akibat beban pembangkit yang berat.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5) seprti dilansir Antara.
Menurut Darmawan, sejak gangguan mulai terjadi PLN langsung melakukan langkah penanganan darurat, untuk memulihkan jaringan transmisi dan mengoperasikan kembali pembangkit listrik yang terdampak. Ia menjelaskan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama memastikan keamanan sistem kelistrikan tetap terjaga.
Pembangkit Hidro dan Gas
PLN menyebut, dalam waktu sekitar dua jam setelah gangguan terjadi, jaringan transmisi utama yang terdampak berhasil dipulihkan kembali. Setelah sistem transmisi kembali normal, proses dilanjutkan dengan penyalaan bertahap pembangkit listrik yang sebelumnya berhenti beroperasi akibat gangguan sistem.
Darmawan mengatakan, pembangkit berbasis hidro dan gas menjadi unit pertama yang digunakan untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik karena memiliki waktu start-up lebih cepat dibanding pembangkit thermal.
“Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” jelasnya.
Gangguan kelistrikan skala besar tersebut sempat menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga fasilitas umum. Sejumlah warga juga melaporkan gangguan layanan komunikasi dan transportasi akibat terhentinya aliran listrik.
Blackout di sistem Sumatera menjadi salah satu gangguan kelistrikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, PLN juga pernah menghadapi gangguan serupa pada sistem Jawa-Bali pada 2019 yang menyebabkan pemadaman massal di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akibat gangguan transmisi ekstra tinggi.
Dalam beberapa kesempatan, PLN menyebut penguatan sistem transmisi dan interkoneksi menjadi salah satu fokus utama perusahaan untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional menghadapi cuaca ekstrem maupun lonjakan beban listrik.
PLN memastikan proses normalisasi sistem kelistrikan Sumatera terus dilakukan hingga seluruh pembangkit kembali sinkron dan pasokan listrik pulih sepenuhnya di seluruh wilayah terdampak. PLN juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan listrik secara bijak selama proses pemulihan berlangsung.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar