periskop.id - Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya kembali memasukkan nama Neymar Junior ke dalam skuad Selecao untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ancelotti menilai sang bintang masih memiliki kualitas yang mampu memberi dampak besar bagi tim meski usianya kini sudah 34 tahun.

“Kamu memilih Neymar bukan karena kami berpikir dia akan bagus sebagai pemain cadangan, tapi karena dia bisa memberikan kualitas di tim, terlepas dia akan memperoleh berapa menit di lapangan,” ujar Ancelotti melalui laman resmi CBF. 

Neymar terakhir kali tampil bersama Brasil pada 17 Oktober 2023 saat menghadapi Uruguay di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sejak itu, ia absen panjang akibat cedera dan masalah kebugaran. Kehadirannya kali ini dianggap sebagai suntikan moral bagi skuad yang tengah membutuhkan sosok senior di ruang ganti.

Penyerang yang kini memperkuat Santos tersebut akan mencatatkan penampilan keempatnya di ajang Piala Dunia. 

Sebelumnya, ia sudah tampil di edisi 2014, 2018, dan 2022. Catatan ini menempatkan Neymar sejajar dengan legenda Brasil lain yang mampu menjaga konsistensi di panggung terbesar sepak bola dunia.

Brasil sendiri menghadapi tantangan berat di fase grup Piala Dunia 2026. Mereka tergabung bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia, lawan yang bisa menjadi batu sandungan jika tidak diantisipasi dengan baik. 

Maroko, misalnya, tampil impresif di Piala Dunia 2022 dengan menembus semifinal, sementara Skotlandia dikenal dengan permainan fisik yang keras.

Selain itu, kehadiran Neymar juga diharapkan mampu menggerakkan semangat kolektif tim. Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil kerap mengandalkan generasi muda seperti Vinícius Jr. dan Rodrygo. Namun, pengalaman Neymar dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara pemain senior dan junior.

Di luar lapangan, kehadiran Neymar juga diyakini membawa dampak ekonomi. Piala Dunia selalu menjadi momentum besar bagi industri hiburan, merchandise, hingga sektor kuliner. Popularitas Neymar dapat menjadi magnet tambahan bagi publik Brasil maupun dunia.