periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi sejumlah perusahaan antre di pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Sampai dengan 22 Mei 2026, tercatat baru 1 perusahaan yang resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp0,30 triliun.
“Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Sabtu (23/5).
Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK No. 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri dari 11 perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar dan 4 perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, tidak terdapat perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar dalam antrean pipeline tersebut.
Berdasarkan sektornya, perusahaan yang berada dalam pipeline IPO tersebut berasal dari sektor consumer cyclicals sebanyak 3 perusahaan, consumer non-cyclicals 3 perusahaan, dan healthcare 3 perusahaan.
Selanjutnya, sektor infrastructures dan technology masing-masing 2 perusahaan, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor energy dan financials.
Pipeline Obligasi, Sukuk dan Rights Issue
Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2026 telah mencapai 62 emisi dari 40 penerbit dengan total dana dihimpun sebesar Rp68,10 triliun.
Saat ini, terdapat 47 emisi dari 33 penerbit yang berada dalam pipeline EBUS.
Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut berasal dari sektor keuangan atau finansial sebanyak 12 perusahaan, infrastruktur 7 perusahaan, energi 6 perusahaan, serta masing-masing 2 perusahaan dari sektor basic materials, consumer non-cyclicals, dan industrials. Selain itu, terdapat 1 perusahaan dari sektor healthcare dan 1 perusahaan dari sektor teknologi.
Sementara itu, hingga 22 Mei 2026 tercatat terdapat 4 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan total nilai sebesar Rp3,89 triliun. Adapun saat ini masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor properties & real estate.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar