iklan periskop
Nasional

Pendaftaran Mitra MagangHub Batch 2 Dibuka hingga 31 Agustus, Peserta Daftar September

Kemnaker membuka pendaftaran mitra MagangHub Batch 2 hingga 31 Agustus 2026. Pendaftaran peserta dibuka 3-8 September, simak jadwal lengkapnya

20 jam yang lalu · 4 mnt baca
Menaker Yassierli
Ilustrasi. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meninjau program Magang Nasional di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang berlangsung di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Jumat (31/10/2025). dok. Kemnaker RI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Angkatan II Batch 2 Tahun 2026. Perusahaan serta kementerian dan lembaga pemerintah dapat mendaftar hingga 31 Agustus 2026, sebelum pendaftaran bagi calon peserta dimulai pada awal September.

Berdasarkan pengumuman resmi Kemnaker, masa pendaftaran calon mitra berlangsung pada 21-31 Agustus 2026. Mitra yang lolos verifikasi nantinya menyediakan posisi magang bagi lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan keterlibatan dunia usaha dan instansi pemerintah diperlukan agar lulusan mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

“Kemnaker mengajak perusahaan, kementerian, atau lembaga untuk turut berpartisipasi dalam Program Pemagangan Nasional demi memperluas kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar dia.

Perusahaan Harus Daftar Lewat MagangHub

Untuk menjadi penyelenggara MagangHub, perusahaan terlebih dahulu wajib mempunyai akun SIAPKerja. Calon mitra juga harus menunjuk seorang pegawai yang sudah tercatat dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) sebagai admin program pemagangan.

Admin tersebut kemudian mendaftarkan perusahaan secara mandiri melalui platform MagangHub dengan melengkapi sejumlah dokumen. Persyaratannya meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB) atau kode pendaftaran WLKP, data pimpinan perusahaan, surat penunjukan admin, serta pernyataan kesediaan menjadi mitra penyelenggara.

Mitra juga tidak cukup hanya mendaftarkan badan usahanya. Perusahaan wajib mengajukan program pemagangan secara rinci, mulai dari posisi yang tersedia, jurusan atau program studi yang dibutuhkan, lokasi penempatan, jumlah peserta, deskripsi pekerjaan hingga pengaturan hari magang dan hari libur setiap pekan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses penyaringan agar posisi magang benar-benar sesuai dengan kompetensi lulusan. Pada Batch 1, Kemnaker bahkan tidak lagi memasukkan sejumlah posisi seperti front office, kasir, pekerjaan administrasi umum hingga sales karena dinilai kurang sesuai dengan sasaran program untuk lulusan perguruan tinggi.

Peserta Baru Bisa Daftar 3 September

Setelah pendaftaran mitra ditutup, Kemnaker akan melakukan verifikasi pada 1-3 September 2026.

“Setelah proses pendaftaran dan pengusulan program, kami akan melakukan verifikasi terhadap calon mitra penyelenggara pada 1–3 September 2026. Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar penetapan mitra penyelenggara pemagangan sebelum kemudian diumumkan melalui laman MagangHub,” kata Yassierli.

Setelah daftar penyelenggara dan posisi magang ditetapkan, pendaftaran calon peserta dibuka pada 3-8 September 2026.

Mitra penyelenggara selanjutnya melakukan proses rekrutmen serta pengusulan kandidat pada 9-15 September. Seleksi dan penetapan peserta berlangsung 16-18 September, sementara hasil akhirnya dijadwalkan diumumkan pada 18 September 2026.

Dengan demikian, pendaftaran yang berlangsung hingga akhir Agustus saat ini ditujukan untuk perusahaan serta kementerian/lembaga, bukan pendaftaran pelamar magang.

Kemnaker Resmi Luncurkan Program Magang Nasional 20 Oktober 2025
Ilustrasi peserta Program Magang Nasional 2025 diterima perusahaan peserta program. Periskop/Rendi Widodo

Batch 1 Diserbu Lebih dari 700 Ribu Pendaftar

Pembukaan tahap kedua dilakukan setelah tingginya minat terhadap MagangHub Angkatan II Batch 1. Kemnaker mencatat 732.483 orang mendaftar pada tahap sebelumnya. Dari jumlah itu, 244.982 pelamar dinyatakan memenuhi persyaratan dan 226.719 calon peserta mengirimkan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai posisi.

Sebanyak 3.672 penyelenggara turut berpartisipasi pada Batch 1, terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga. Mereka menyediakan 28.455 lowongan dengan total 54.304 kuota peserta.

Setelah seluruh tahapan seleksi dan verifikasi, sebanyak 46.160 peserta akhirnya ditetapkan dan mulai mengikuti program selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” ujar Yassierli saat peluncuran Batch 1.

Pemerintah Siapkan Rp4,14 Triliun

MagangHub Angkatan II merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi pemerintah. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp4,14 triliun untuk mendukung program tersebut pada 2026.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 150 ribu peserta Magang Nasional sepanjang 2026, meningkat 50 ribu peserta dibandingkan target tahun sebelumnya. Program ditujukan terutama untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Peserta mengikuti magang selama enam bulan. Dalam pelaksanaan program tahun ini, peserta memperoleh uang saku yang mengacu pada upah minimum di wilayah penempatan, jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan program.

Kebutuhan menjembatani lulusan dengan dunia kerja masih cukup besar. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka nasional pada Februari 2026 berada di 4,68%, atau sekitar 7,24 juta orang dari total angkatan kerja 154,91 juta orang.

Program sebelumnya juga menunjukkan bahwa pengalaman magang dapat berujung pada perekrutan. Pemerintah mencatat dari sekitar 102 ribu peserta Magang Nasional Angkatan I, 95% menyelesaikan program, 66% mengalami peningkatan kompetensi secara signifikan, dan sekitar 26% memperoleh tawaran pekerjaan setelah program berakhir.

Karena itu, perluasan mitra pada Batch 2 menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan kualitas program. Semakin beragam perusahaan dan instansi yang bergabung, semakin besar pula pilihan posisi yang dapat disesuaikan dengan latar belakang pendidikan calon peserta.

Bagi perusahaan maupun kementerian/lembaga yang ingin menjadi mitra, pendaftaran dan pengusulan program harus diselesaikan paling lambat 31 Agustus 2026 melalui platform resmi MagangHub. Sementara lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi yang ingin menjadi peserta baru dapat mulai memantau posisi yang tersedia menjelang pembukaan pendaftaran pada 3 September.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Magang Nasional, Maganghub, dan batch II dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.