Periskop.id - Program Magang Nasional (MagangHub) yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat antusiasme jauh di atas ekspektasi. Pendaftar tahap pertama telah menembus lebih dari 400 ribu orang, padahal kuota yang dibuka baru 50 ribu dari total target nasional 150 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebutkan, perusahaan mitra saat ini sedang menyeleksi peserta untuk batch pertama tersebut. Ia menilai lonjakan pendaftar menjadi sinyal tingginya minat generasi muda terhadap program magang berbasis dunia kerja.

"Alhamdulillah, magang sekarang berproses. Kita sedang seleksi oleh perusahaan. Kita baru buka batch pertama 50 ribu orang, tapi antusiasme luar biasa, yang daftar itu lebih dari 400 ribu," kata Yassierli, Selasa (4/8).

Yassierli menjelaskan, pihaknya berharap perusahaan mitra bisa memperoleh kandidat yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Menurutnya, kecocokan tersebut penting agar peserta magang bisa mendapat pengalaman kerja yang benar-benar bermanfaat selama program berjalan.

Kemenaker disebut akan terus memantau pelaksanaan MagangHub hingga tahap berikutnya. Pada batch kedua, Yassierli memastikan penempatan peserta bakal lebih disesuaikan dengan program studi dan kompetensi yang dimiliki masing-masing pendaftar.

Selain program magang, Kemenaker juga menyiapkan pelatihan vokasi gratis untuk 270 ribu lulusan SMA, SMK, atau sederajat. Pelatihan ini ditujukan sebagai bekal keterampilan teknis maupun nonteknis sebelum masuk dunia kerja atau merintis usaha sendiri.

"Sekarang sedang kita data, kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap," kata Yassierli.

Ia menambahkan, pelatihan vokasi dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta agar lebih siap terjun ke industri maupun membangun usaha mandiri. Program ini disebut merupakan lanjutan dari pelatihan serupa yang sudah berjalan sebelumnya.

"Kita sudah melatih 70 ribu, dan kita akan tambahkan 270 ribu pelatihan vokasi di 43 balai yang ada di Kemenaker," ujarnya.

Yassierli menyebutkan, program pelatihan itu bakal diperluas lewat balai-balai di daerah sebagai bagian dari pemerataan akses pengembangan kompetensi tenaga kerja. "Nanti kita juga akan berikan alokasi untuk balai-balai yang ada di daerah," katanya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut memanfaatkan Program MagangHub. Ia meminta perusahaan-perusahaan anggota Apindo membuka kesempatan magang bagi mahasiswa.

"Saya minta para pengusaha yang ada di Apindo mengikutkan perusahaannya mendaftar dan menerima peserta magang dari adik-adik kita Generasi Z. Ini kesempatan bagi Apindo menerima magang kerja," kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Apindo.

Airlangga menjelaskan, peserta magang tetap memperoleh uang saku dari anggaran negara sehingga perusahaan tidak perlu menanggung biaya tersebut. Ia menyebutkan, hasil batch pertama tahun sebelumnya menunjukkan sebagian besar peserta berhasil terserap ke dunia kerja usai program magang selesai.

"Jadi, mahasiswa Gen Z ini diberi gaji pemerintah selama enam bulan magang. Bapak/Ibu tidak menanggung apa-apa. Kita minta sesudah enam bulan dilihat bagaimana penerimaannya. Berdasarkan batch pertama tahun kemarin, itu 60% tenaga kerja terserap, bahkan mereka melanjutkan magang," ujar Airlangga.