Periskop.id - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkap rencananya membentuk batalyon olahraga di bawah Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Pusjaspermildas) TNI. Inspirasi ini datang terutama setelah sejumlah atlet yang juga prajurit TNI, menyumbangkan banyak medali dalam laga SEA Games Thailand 2025.
Agus menjelaskan batalyon itu nantinya difungsikan untuk membina prajurit-prajurit yang memang masuk dari jalur atlet. Begitu juga dengan prajurit-prajurit yang dapat diproyeksikan untuk ikut berlaga dalam kompetisi-kompetisi olahraga tingkat kawasan dan dunia.
"Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan (anggota, red.) militer. Sekarang, kita akan membuat nanti batalyon olahraga di bawah Pusjaspermildas," kata Panglima TNI menjawab pertanyaan wartawan selepas acara pemberian bonus untuk peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1).
Panglima melanjutkan, Mabes TNI telah merekrut beberapa atlet voli yang saat ini telah bermain di liga utama, Proliga. Begitu juga dengan atlet-atlet sepak bola yang saat ini juga tergabung dalam klub-klub Liga 1 dan Liga 2.
"Nah, orang-orang tersebut nanti cikal bakal yang akan nanti ikut berlaga di SEA Games, dan kegiatan olahraga lainnya seperti Olimpiade dan sebagainya," ujar Panglima TNI.
Untuk diketahui, prajurit-prajurit TNI yang juga berlaga pada SEA Games Thailand 2025 menyumbangkan 19 medali emas, 16 medali perak, dan 17 medali perunggu. Total perolehan Kontingen Garuda dalam ajang SEA Games Ke-33 itu sendiri, yaitu 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Panglima pun menggajar prestasi para prajurit itu dengan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada mereka. Penghargaan berupa kenaikan dua pangkat sekaligus juga diberikan kepada salah satu atlet, yaitu Rizki Juniansyah. Lifter Indonesia tersebut tidak hanya menyumbangkan emas, tetapi juga memecahkan dua rekor dunia pada nomor pertandingan clean and jerk seberat 205 kilogram dan angkatan total seberat 365 kilogram.
Rizki, yang semula berpangkat letnan dua, pun menerima penghargaan kenaikan dua pangkat menjadi kapten. Agus menyebut pemberian kenaikan pangkat dua tingkat itu baru pertama dia berikan selama periode kepemimpinannya sebagai panglima TNI.
"Selama saya menjabat, ya baru ini, karena ini kan unit baru. TNI sedang mengembangkan pembangunan unit-unit baru selain olahraga. Banyak juga unit baru yang saya kembangkan sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang sedang sangat dinamis berubah di dunia. Kita harus mengikuti," kata Agus.
Apresiasi Presiden
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi khusus kepada atlet-atlet dari unsur TNI yang berhasil meraih prestasi pada ajang SEA Games ke-33 Thailand 2025, berupa kenaikan pangkat hingga menjadi perwira.
Dalam kegiatan pemberian penghargaan atlet SEA Games di Istana Negara, Jakarta, Kamis, Presiden menyoroti secara khusus atlet cabang olahraga berkuda kategori eventing yang berasal dari TNI. Menurut laporan yang diterimanya, atlet tersebut tetap bertanding meski mengalami cedera serius akibat tendangan kuda beberapa hari, sebelum pertandingan hingga mengalami fraktur tulang rusuk.
"Jadi dia bertanding dengan memegang tulang rusuknya dan tidak mau menyerah masuk finish, setelah masuk finish langsung pingsan. Saya kira ini adalah semangat yang kita patut hargai. Jadi saya terima kasih Panglima TNI, Panglima TNI langsung disekolahkan untuk jadi perwira," ujar Prabowo.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada atlet TNI lainnya yakni Rizki Juniansyah atau atlet angkat besi yang kembali memecahkan rekor.
Rizki sebelumnya direkrut menjadi anggota TNI dengan pangkat Letnan Dua usai meraih emas Olimpiade. Berkat prestasi terbarunya, Panglima TNI Agus Subiyanto menaikkan pangkatnya dua tingkat menjadi Kapten.
"Jadi saya dapat laporan, Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat. Jadi dari Letnan Dua langsung Kapten. Karena Anda mengangkat nama kehormatan bangsa Indonesia di kancah dunia. Terima kasih penghormatanmu," ucap Presiden.
Presiden menegaskan, olahraga merupakan cerminan kekuatan dan kebangkitan sebuah bangsa. Oleh karena itu, atlet yang dipilih untuk mewakili Indonesia memiliki peran strategis sebagai simbol ketangguhan nasional.
Tinggalkan Komentar
Komentar