Periskop.id – Pemerintah China akan mengakhiri pembebasan pajak tahunan bagi sejumlah kendaraan elektrifikasi mulai 1 Januari 2027. Kebijakan itu muncul ketika rata-rata bobot kendaraan energi baru atau new energy vehicle terus meningkat akibat penggunaan baterai berkapasitas besar serta tingginya permintaan terhadap SUV dan mobil berjarak tempuh panjang.

Kendaraan yang terdampak meliputi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV, mobil listrik dengan teknologi range extender atau REEV, kendaraan niaga listrik murni, serta kendaraan niaga berbahan bakar hidrogen. Namun, mobil penumpang listrik murni atau BEV untuk penggunaan keluarga tetap tidak dikenai pajak tahunan karena tidak masuk dalam klasifikasi pajak berbasis kapasitas mesin di China.

Langkah tersebut bukan berupa pungutan baru untuk seluruh mobil listrik, melainkan pencabutan fasilitas pembebasan vehicle and vessel tax bagi kategori kendaraan tertentu. Kebijakan ini sekaligus menandai pengurangan dukungan fiskal ketika industri kendaraan listrik China dinilai semakin matang.

Rata-rata Bobot Mendekati Dua Ton

Berdasarkan data registrasi kendaraan bermotor pada Januari hingga April 2026, rata-rata bobot kosong kendaraan penumpang energi baru di China telah mencapai 1.939,3 kilogram. Angka itu meningkat 27,5% dibandingkan posisi pada 2020.

"Berdasarkan statistik data registrasi kendaraan bermotor, dari Januari hingga April 2026, rata-rata bobot kosong (curb weight) kendaraan penumpang energi baru di negara kami mencapai 1.939,3 kg, meningkat 27,5% dibandingkan 2020," kata Zhou Wei dari China Automotive Strategy and Policy Research Center.

Istilah NEV di China mencakup BEV, PHEV, dan REEV. Karena itu, peningkatan bobot tidak hanya dipengaruhi baterai pada mobil listrik murni. Kendaraan hibrida colok dan range extender juga harus membawa baterai, motor listrik, mesin pembakaran, tangki bahan bakar, dan sejumlah sistem pendukung dalam satu kendaraan.

Laporan Drive menyebut tren tersebut didorong oleh preferensi konsumen terhadap SUV berukuran besar, kabin yang lebih luas, spesifikasi lebih tinggi, dan daya jelajah semakin jauh. Produsen kemudian memasang baterai berkapasitas besar yang ikut menambah berat kendaraan.

Bobot Tinggi Picu Kekhawatiran Keselamatan

Kendaraan yang semakin berat memunculkan kekhawatiran terhadap konsumsi energi, jarak pengereman, keausan ban, hingga dampaknya saat terjadi kecelakaan. Perbedaan massa juga dapat meningkatkan risiko bagi penumpang mobil yang lebih ringan ketika dua kendaraan bertabrakan.

Insurance Institute for Highway Safety menyatakan pengguna kendaraan ringan berada dalam posisi kurang menguntungkan saat bertabrakan dengan kendaraan yang lebih berat. Lembaga tersebut juga mengingatkan bobot mobil listrik yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko bagi pengguna jalan lain meskipun kendaraan listrik tetap memberikan perlindungan baik kepada penumpangnya.

Risiko terhadap pejalan kaki dan pesepeda tidak hanya ditentukan oleh bobot. Bentuk serta ketinggian bagian depan kendaraan turut berpengaruh. Penelitian IIHS menemukan SUV dan kendaraan besar dengan bagian depan tinggi lebih berbahaya bagi pengguna jalan rentan dibandingkan mobil yang lebih kecil.

Selain keselamatan, kendaraan yang lebih berat dapat menambah beban terhadap infrastruktur. Pemerintah China juga menghadapi tantangan pendanaan jalan karena peningkatan jumlah kendaraan listrik mengurangi penerimaan dari pajak bahan bakar yang selama ini menjadi salah satu sumber biaya pemeliharaan.

Insentif Pajak Pembelian Tetap Berlaku Setengah

Penghapusan pembebasan pajak tahunan berbeda dengan kebijakan pajak pembelian kendaraan. China masih memberikan potongan 50% untuk pajak pembelian NEV yang diperoleh sepanjang 2026 dan 2027.

Nilai pengurangan pajak pembelian untuk setiap mobil penumpang dibatasi maksimal 15.000 yuan. Sebelumnya, kendaraan yang dibeli pada 2024 dan 2025 memperoleh pembebasan penuh dengan batas manfaat mencapai 30.000 yuan per unit.

Dengan demikian, PHEV dan REEV mulai menghadapi pajak tahunan pada 2027, tetapi masih memperoleh pengurangan pajak pembelian hingga akhir tahun tersebut apabila memenuhi persyaratan teknis pemerintah.

Penyesuaian insentif dilakukan ketika pasar kendaraan elektrifikasi China terus berkembang. Data China Association of Automobile Manufacturers menunjukkan penjualan NEV mencapai 7,446 juta unit sepanjang semester I 2026. Sekitar 67% di antaranya merupakan kendaraan listrik murni.

Pada Mei 2026, NEV bahkan menguasai 56,9% dari seluruh penjualan mobil baru di China. Posisi tersebut memperlihatkan kendaraan elektrifikasi telah bergeser dari produk yang membutuhkan dukungan besar menjadi arus utama pasar otomotif negara itu.

Produsen Didorong Kembangkan Kendaraan Lebih Efisien

Perubahan pajak dapat memberi tekanan baru kepada produsen untuk mengendalikan bobot kendaraan tanpa mengurangi keselamatan dan jarak tempuh. Pilihannya antara lain menggunakan baterai dengan kepadatan energi lebih tinggi, material ringan, desain aerodinamis, serta sistem penggerak yang lebih efisien.

Tantangan paling besar berada pada SUV PHEV dan REEV berukuran besar. Penggabungan mesin konvensional dengan baterai berkapasitas tinggi membuat beberapa model memiliki bobot lebih dari tiga ton.

Kebijakan China menunjukkan elektrifikasi tidak lagi hanya dinilai berdasarkan jenis penggeraknya. Efisiensi energi, ukuran baterai, bobot, keselamatan, dan kontribusi pengguna kendaraan terhadap pemeliharaan infrastruktur mulai menjadi pertimbangan dalam penyusunan regulasi.