Periskop. id – Penurunan biaya baterai belum sepenuhnya diteruskan produsen menjadi harga mobil listrik yang lebih murah. Studi terbaru International Council on Clean Transportation dan Fraunhofer ISI menunjukkan harga baterai secara riil turun sekitar 35–37% sepanjang 2020–2025, sedangkan harga kendaraan listrik dengan spesifikasi sebanding hanya menyusut sekitar 18%.
Penelitian tersebut menganalisis lebih dari 100.000 konfigurasi mobil penumpang yang dipasarkan di Jerman, mulai dari mobil kecil hingga kendaraan mewah. Perhitungan dilakukan dengan menyesuaikan inflasi serta perbedaan bobot, tenaga, kapasitas baterai, dan jarak tempuh kendaraan.
Hasilnya menunjukkan mobil listrik sebenarnya menjadi lebih terjangkau jika model dengan karakteristik setara dibandingkan dari tahun ke tahun. Pada periode yang sama, harga riil mobil bermesin pembakaran internal justru meningkat sekitar 2%.
“Temuan kami menunjukkan bahwa pasar mobil listrik telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, kendaraan tersebut rata-rata menawarkan jarak tempuh lebih jauh dan tenaga lebih besar, sementara harga aktual model yang sebanding telah menurun. Ini merupakan indikator jelas mengenai arah pasar otomotif Eropa,” kata Direktur Pelaksana ICCT Eropa Peter Mock, dalam terjemahan dari pernyataan resminya.
Penghematan Dipakai untuk Tambah Jarak Tempuh
Harga baterai global turun dari kisaran 165–185 euro per kilowatt-jam pada 2020 menjadi sekitar 130–140 euro per kWh pada 2025. Secara nominal, penurunannya mencapai 21–24%. Setelah memperhitungkan inflasi, penurunannya mencapai sekitar 35–37%.
Namun, penghematan tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk memangkas harga jual. Produsen diduga mengalihkannya untuk memperbesar baterai, menambah jarak tempuh, meningkatkan tenaga dan fitur kendaraan, serta menutup biaya penelitian dan pengembangan.
Indikasinya terlihat dari rata-rata jarak tempuh mobil listrik yang meningkat sekitar sepertiga selama periode penelitian. Artinya, konsumen mendapatkan kendaraan dengan kemampuan lebih baik, tetapi penurunan harga tidak sebesar penurunan biaya baterai.
International Energy Agency juga menemukan kecenderungan serupa. Di Jerman, harga baterai untuk SUV listrik turun sekitar 20% pada 2024, tetapi harga kendaraannya justru sedikit meningkat. IEA menilai harga mobil listrik turut dipengaruhi biaya komponen lain, kelengkapan kendaraan, strategi penetapan harga, dan tingkat persaingan pasar.
Harga Rata-rata Naik karena Model Premium Bertambah
Meski harga model sebanding turun, harga rata-rata mobil listrik yang ditawarkan di Jerman justru meningkat secara nominal dari sekitar 37.000 euro pada 2020 menjadi 53.000 euro pada 2025.
Kenaikan tersebut bukan semata-mata disebabkan setiap mobil menjadi lebih mahal. Jumlah pilihan kendaraan listrik meningkat lebih dari empat kali lipat, dari 38 menjadi 159 model, tetapi pertumbuhannya didominasi mobil kelas menengah dan menengah atas yang memiliki banderol lebih tinggi.
Segmen menengah dan menengah atas kini mencakup sekitar 73% dari seluruh model listrik yang dipasarkan di Jerman. Sebaliknya, mobil mini dan mobil kecil yang lebih terjangkau hanya menyumbang sekitar 14 persen dari pilihan model yang tersedia.
Keterbatasan mobil listrik murah masih menjadi persoalan yang lebih luas di Eropa. IEA mencatat hanya sekitar 5 persen model listrik yang tersedia pada 2024 dijual di bawah 30.000 euro, sedangkan pada mobil konvensional porsinya mencapai hampir seperempat dari total model.
Walaupun harga pembelian masih menjadi hambatan, permintaan mobil listrik di Eropa terus meningkat. Sepanjang semester I 2026, sebanyak 1,22 juta mobil listrik baterai terdaftar di Uni Eropa dengan pangsa pasar 20,7%. Registrasi di Jerman tumbuh 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Temuan tersebut menunjukkan penurunan harga baterai memang membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan spesifikasi kendaraan. Namun, mobil listrik baru akan semakin terjangkau apabila produsen memperbanyak model kecil, meneruskan efisiensi biaya kepada konsumen, dan meningkatkan persaingan pada segmen pasar massal.
Harga baterai turun hingga 37% dalam lima tahun, tetapi harga mobil listrik hanya menyusut 18% karena spesifikasi dan model premium bertambah
Tinggalkan Komentar
Komentar