Periskop.id – PT Pindad (Persero) memastikan tidak menjadi produsen motor listrik nasional yang akan segera diluncurkan pemerintah. BUMN industri pertahanan tersebut memilih memusatkan sumber dayanya pada pengembangan mobil nasional, sedangkan proyek kendaraan listrik roda dua akan dikerjakan oleh entitas lain.
Direktur Utama PT Pindad sekaligus Direktur Utama Danantara Development Management Fund Sigit Puji Santoso mengatakan identitas perusahaan yang memperoleh penugasan tersebut akan diumumkan langsung oleh pemerintah.
"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada lagi penugasan yang lain," ujar Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7).
Penjelasan tersebut sekaligus mempertegas pembagian peran dalam proyek kendaraan nasional. Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut Pindad sebagai pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional. Perusahaan juga mulai menjajaki pelibatan industri kecil dan menengah sebagai pemasok komponen kendaraan.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan entitas berbeda untuk mengembangkan motor listrik nasional. Sigit belum mengungkap nama perusahaan, spesifikasi kendaraan, kapasitas produksi, maupun harga jualnya karena informasi tersebut akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Diperkenalkan dengan Merek Baru
Ia hanya memastikan produk tersebut akan diperkenalkan dengan merek baru. Desain hingga proses produksinya juga diklaim melibatkan sumber daya manusia Indonesia.
"Nggak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kami. Desain dan production dari kami," jelas Sigit.
Menurut Sigit, Pindad tidak akan mengambil tanggung jawab produksi motor listrik tersebut. Pemerintah akan mengumumkan secara resmi perusahaan yang mendapatkan penugasan bersamaan dengan peluncuran produknya.
"Nggak. Nanti akan diumumkan Bapak (Presiden Prabowo) itu nanti tanggal 13," tuturnya.
Namun, Sigit belum menjelaskan lebih lanjut bulan, lokasi, dan agenda yang dimaksud dengan tanggal 13 tersebut. Karena itu, jadwal pasti peluncuran hingga identitas produsen masih menunggu pengumuman pemerintah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan motor listrik nasional akan diperkenalkan dalam beberapa pekan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
"Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional," ujar Prabowo.
Prabowo berharap kendaraan tersebut tidak hanya menjadi simbol kemampuan industri nasional, tetapi juga bisa digunakan secara luas oleh masyarakat. Petani menjadi salah satu kelompok yang diharapkan dapat memanfaatkan motor listrik sebagai sarana mobilitas yang lebih efisien.
"Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia. Kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia," tegasnya.
Peluncuran motor listrik nasional berlangsung ketika pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia mulai berkembang. Kementerian Perindustrian mencatat populasi motor listrik telah mencapai 236.451 unit hingga Februari 2026 atau sekitar 65% dari keseluruhan populasi kendaraan listrik nasional.
120 Juta Motor Bensin
Meski demikian, angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan jumlah sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut terdapat sekitar 120 juta motor berbahan bakar bensin yang secara bertahap akan didorong untuk dikonversi menjadi kendaraan listrik.
Pemerintah juga berupaya memperkuat rantai pasok dalam negeri agar pertumbuhan kendaraan listrik memberikan manfaat kepada industri nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai perkembangan industri kendaraan listrik harus diikuti peningkatan penggunaan komponen buatan dalam negeri.
“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” ujar Agus.
Sementara proyek motor listrik ditangani entitas lain, Pindad akan melanjutkan fokus pada pengembangan mobil nasional. Perusahaan sebelumnya telah mengembangkan keluarga kendaraan Maung melalui tahapan desain, pengembangan produk, manufaktur, perakitan, pengujian, hingga evaluasi.
Pindad juga memprioritaskan penggunaan komponen lokal dengan melibatkan ratusan pemasok dari berbagai daerah. Untuk komponen yang belum tersedia di Indonesia, seperti mesin dan transmisi, perusahaan masih bekerja sama dengan mitra strategis global.
Di sisi lain, Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028. Pemerintah juga tengah membentuk perusahaan yang akan menangani proyek tersebut sebagai bagian dari penguatan industri otomotif nasional berbasis energi bersih.
Dengan pembagian tugas tersebut, Pindad akan mengambil peran utama dalam proyek mobil nasional. Adapun produsen, nama merek, harga, spesifikasi, dan target produksi motor listrik nasional baru akan diketahui setelah diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar