Induk Frisian Flag Segera Jadi Pengendali Baru Ultrajaya (ULTJ)
FrieslandCampina bakal ambil alih kendali Ultrajaya lewat skema rights issue berlapis senilai triliunan rupiah, menyatukan bisnis Frisian Flag dan Ultrajaya di industri susu nasion...

Periskop.id - PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) bakal berganti pengendali. FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), induk perusahaan Frisian Flag, disiapkan menjadi pemegang saham pengendali baru perseroan.
Direktur Utama ULTJ Sabana Prawirawidjaja menyebutkan, aksi korporasi ini sekaligus memperkuat sinergi bisnis Frisian Flag dan Ultrajaya di industri susu, mulai dari segmen susu UHT hingga susu bubuk.
"Setelah dilakukannya rencana transaksi, akan terjadi perubahan pengendalian atas perseroan di mana FCIH menjadi pengendali baru atas perseroan," kata Sabana dalam keterbukaan informasi, Jumat (18/9).
Masuknya FCIH ke ULTJ dirancang lewat skema berlapis. Perseroan akan menerbitkan saham baru lewat rights issue sebanyak 7,87 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.
Pemegang saham pengendali lama, yang secara efektif menguasai 86% saham ULTJ, dipastikan tidak akan menggunakan haknya dalam rights issue tersebut. Kelompok pengendali ini terdiri dari PT Prawirawidjaja Prakarsa (PP) beserta lima individu, yakni Sabana, Samudera, Suhendra, Nila S., dan Lili Melati.
Hak yang tidak dieksekusi pengendali lama itu kemudian dialihkan kepada FCIH, Blue Waves Group (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI). Penebusan hak dilakukan bukan lewat setoran tunai, melainkan inbreng saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) yang nantinya berstatus anak usaha ULTJ.
Nilai setoran inbreng ini mencapai Rp14,57 triliun, setara 178% dari total ekuitas ULTJ. Besaran tersebut menunjukkan ekuitas FFI justru lebih besar dibanding ULTJ, sehingga transaksi ini digolongkan bersifat material.
Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung 27 Oktober 2026. Selain mengesahkan masuknya Frisian Flag, agenda RUPSLB turut mencakup perubahan susunan direksi dan komisaris, serta pembagian dividen tunai.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, FCIH bersama entitas terkait akan menguasai 37% saham ULTJ. Porsi kepemilikan itu menjadikan FCIH sebagai pemegang saham pengendali baru perseroan, menggantikan kelompok Prawirawidjaja yang selama ini mendominasi struktur kepemilikan.
Di sisi lain, rights issue ini membawa konsekuensi bagi pemegang saham publik. Investor ritel yang tidak menebus haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 43,11%.
Sebelum rencana perubahan pengendalian ini mencuat, ULTJ tercatat telah menggelontorkan investasi Rp1,14 triliun untuk memperkuat pasokan susu UHT bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perseroan juga sempat membagikan dividen tunai senilai Rp1,35 triliun kepada para pemegang sahamnya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), dan Akuisisi dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.