Periskop.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membuka peluang baru mengakuisisi portofolio kredit konsumer milik bank lain. Langkah ini menyusul rampungnya akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, perseroan sudah menjajaki komunikasi dengan bank lain terkait peluang akuisisi tersebut. Menurutnya, pembicaraan itu masih dalam tahap awal dan belum mengerucut ke kesepakatan konkret.
"Kita ada bicara dengan bank lain tapi belum ada arah transaksi, tapi baru ngobrol-ngobrol," kata Nixon usai menghadiri Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I/2026 di Menara 2 BTN, Jakarta, Jumat (17/7).
Nixon memperkirakan, transaksi anyar baru bisa direalisasikan pada tahun depan jika pembicaraan tersebut membuahkan hasil. Ia memastikan segmen yang dibidik tetap sama, yakni kredit konsumer.
"Kayaknya tahun depan. Masih (kredit) konsumer," ungkapnya.
Sebagai catatan latar belakang, BTN sebelumnya telah merampungkan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia dengan nilai transaksi Rp12,6 triliun. Akuisisi tahap kedua bakal berlangsung pada kuartal III/2026 dengan nilai Rp7,34 triliun.
Total kedua tahap akuisisi tersebut membuat BTN akan mengelola sekitar 344.000 rekening kredit pensiun.
Nixon menuturkan, akuisisi ini memperkuat komposisi portofolio kredit non-perumahan BTN. Ia menyebut langkah tersebut juga menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil lebih tinggi, sementara risiko tetap terjaga.
Seluruh portofolio yang diakuisisi BTN, menurut Nixon, merupakan kredit berkualitas atau performing loan. Langkah ini dinilai dapat mendukung perbaikan kualitas aset perseroan sekaligus memberi kontribusi positif terhadap profitabilitas.
"Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang," ujarnya.
Melalui strategi pertumbuhan anorganik itu, BTN membidik porsi kredit non-perumahan naik bertahap hingga sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun mendatang. Struktur bisnis BTN pun diharapkan makin seimbang, resilien, dan mampu menopang pertumbuhan berkelanjutan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar