banner-sheroes-yoga
Pasar Modal

IHSG Melemah 0,32% ke 6.423 pada Senin Pagi (21/9)

IHSG dibuka melemah 23,43 poin ke level 6.423 pada Senin pagi, dengan sektor energi tertekan paling dalam dan EXCL memimpin top losers LQ45.

IHSG Melemah 0,32% ke 6.423 pada Senin Pagi (21/9)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan pekan ini, Senin (21/9/2026). Pukul 09.00 WIB, indeks acuan bursa saham domestik ini turun 23,43 poin atau 0,32% ke level 6.423,08.

Pelemahan terjadi di tengah pergerakan saham yang cenderung terbagi rata. Sebanyak 223 saham menguat, 182 saham melemah, dan 270 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari sepuluh indeks sektoral, hanya empat yang berhasil bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian mencatat kenaikan terbesar sebesar 0,48%, disusul sektor teknologi yang naik 0,35% dan sektor properti yang terkerek 0,09%.

Di sisi lain, enam sektor lainnya justru terperosok ke zona merah. Sektor energi mengalami koreksi paling dalam dengan penurunan 0,90%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,70% dan sektor transportasi yang melemah 0,12%.

Aktivitas perdagangan pagi ini tercatat cukup ramai. Total volume transaksi saham di bursa mencapai 1,36 miliar saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp533,41 miliar.

Dari jajaran saham unggulan LQ45, sejumlah emiten justru mencatat kenaikan meski indeks utama melemah. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memimpin penguatan dengan kenaikan 1,37%.

Di posisi kedua dan ketiga, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 1,07% dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 1%. Ketiga saham ini menjadi top gainers LQ45 pada perdagangan pagi.

Sebaliknya, tiga saham LQ45 mencatat pelemahan terdalam pagi ini. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) tercatat sebagai top loser dengan koreksi 2,80%.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyusul dengan pelemahan 1,83%, sementara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah 1,56%. Ketiganya menjadi saham dengan tekanan jual terbesar di jajaran LQ45.

Pergerakan IHSG pagi ini menunjukkan pola konsolidasi dengan sektor energi dan infrastruktur menjadi pemberat utama. Sementara itu, sektor perindustrian dan teknologi masih mampu menahan tekanan pasar di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.