banner-sheroes-yoga
Pasar Modal

IHSG Diprediksi Menguat Jumat, Cermati Harga Minyak dan The Fed

Analis memproyeksikan IHSG bergerak sideways cenderung menguat pada perdagangan Jumat, ditopang koreksi harga minyak dunia dan sentimen kebijakan The Fed.

IHSG Diprediksi Menguat Jumat, Cermati Harga Minyak dan The Fed
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Pelaku pasar akan mencermati pergerakan harga minyak dunia serta respons investor terhadap keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memperkirakan indeks masih berpeluang bertahan di zona positif. Ia menilai posisi teknikal IHSG saat ini cukup mendukung skenario penguatan lanjutan.

"Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level 6.400 dan indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold," ujar Alrich dalam risetnya, dikutip Jumat  (18/9).

Berdasarkan kondisi tersebut, Alrich memproyeksikan IHSG bakal bergerak pada rentang 6.400-6.550 di perdagangan Jumat.

Salah satu sentimen positif yang disorot Alrich datang dari koreksi harga minyak Brent yang kembali turun ke bawah US$104 per barel. Penurunan ini muncul menyusul kabar rencana Arab Saudi memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa pengiriman minyaknya dalam beberapa hari ke depan, dengan target kapasitas penuh kembali beroperasi dalam sekitar enam pekan.

Di tengah sentimen positif dari harga minyak, nilai tukar rupiah justru bergerak berlawanan arah. Mata uang Garuda melemah 0,33% ke level Rp17.753 per dolar AS di pasar spot pada Kamis (17/9).

Proyeksi serupa juga disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Ia memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat pada perdagangan Jumat.

"Rentang 6.400-6.510," kata Nico saat memberikan proyeksi perdagangan IHSG.

Nico menyebutkan sejumlah sektor yang berpotensi jadi perhatian investor, antara lain energi, basic industrial, properti, serta transportasi dan logistik.

Dari pasar global, investor turut mencermati respons pasar usai The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi. Bank sentral Amerika Serikat itu juga memberi sinyal masih ada peluang kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Harga minyak yang lebih rendah dinilai turut memberi sentimen positif bagi pasar saham. Meski begitu, investor tetap perlu mewaspadai potensi risiko inflasi akibat kenaikan harga energi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara. Komitmen pemerintah menjaga kredibilitas anggaran menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor, di samping kewaspadaan menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan depan.

Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), IHSG ditutup menguat 25,58 poin atau 0,40% ke level 6.462,43. Penguatan indeks ditopang sektor consumer cyclicals yang naik 1,63%, sementara sektor health care mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 0,55%.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, dan Federal Reserve (The Fed) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.