Korut Tembak Dua Rudal Balistik ke Laut Timur, AS-Jepang Waspada
Korea Utara menembakkan dua rudal balistik ke Laut Timur dalam rentang tiga jam, memicu protes Jepang dan pernyataan waspada dari Amerika Serikat.

Periskop.id - Korea Utara meluncurkan dua rudal yang diduga rudal balistik ke arah Laut Timur, Minggu (20/9). Kementerian Pertahanan Korea Selatan mencatat kedua senjata itu ditembakkan dalam rentang waktu sekitar tiga jam.
Rudal pertama menempuh jarak sekitar 450 km dari wilayah Wonsan. Rudal kedua terbang lebih jauh, mencapai lebih dari 600 km.
Uji coba ini menjadi rangkaian kedua dalam sepekan terakhir. Peluncuran terjadi tak lama setelah Pyongyang menuding Amerika Serikat memicu ketegangan di Semenanjung Korea lewat serangkaian latihan militer, menurut laporan Reuters.
"Hampir tiga jam setelah meluncurkan rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Minggu sore, Korea Utara meluncurkan rudal serupa," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam pernyataan resminya, Minggu (20/9).
Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan menambahkan detail soal waktu deteksi peluncuran pertama. Pihaknya menegaskan langsung mengidentifikasi jenis senjata begitu proyektil terpantau radar.
"Mendeteksi uji coba peluncuran pertama sekitar pukul 15.00 waktu setempat, mengidentifikasi senjata tersebut sebagai rudal balistik," ujar Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan.
Amerika Serikat pun ikut merespons uji coba tersebut. Melalui Komando Pasifik, Washington menyatakan tengah berkonsultasi secara erat dengan sekutu dan mitra terkait tindakan Korea Utara.
"Berdasarkan penilaian saat ini, peristiwa-peristiwa tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel atau wilayah AS, maupun terhadap sekutu kami," demikian pernyataan Komando Pasifik AS di platform X.
Jepang turut mendeteksi peluncuran itu. Kementerian Pertahanan Jepang memberi sinyal bahwa rudal yang ditembakkan Korea Utara merupakan rudal balistik, sementara NHK melaporkan proyektil jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Tokyo pun melayangkan protes lewat saluran kedutaan besarnya di Beijing, China.
Sebelum uji coba rudal ini, Korea Utara menolak resolusi badan pengawas nuklir PBB yang mengecam program nuklirnya, Sabtu. Kim Yo Jong, saudara perempuan berpengaruh dari pemimpin Kim Jong Un, menyalahkan latihan militer pimpinan AS sebagai penyebab memburuknya situasi di Semenanjung Korea.
"Serangkaian tindakan Korut ini mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan ini, serta masyarakat internasional," kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, dikutip Nikkei.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Korea Utara, dan rudal dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.