Iklan
Pasar Modal

IHSG Ambruk 1,20% ke 6.298 Usai BI Tahan Suku Bunga

IHSG terjungkal 76,30 poin ke 6.298,60 pada Kamis (24/9/2026), sehari setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%.

IHSG Ambruk 1,20% ke 6.298 Usai BI Tahan Suku Bunga
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,20% ke level 6.298,60 pada penutupan perdagangan Kamis (24/9/2026). Koreksi tajam ini terjadi sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun lewat RTI Business, IHSG terpangkas 76,30 poin dalam sehari. Sepanjang sesi perdagangan, indeks konsisten bergerak di zona merah dengan level terendah 6.287 dan level tertinggi 6.368.

Seluruh indeks sektoral di BEI kompak melemah pada perdagangan tersebut. Sektor IDX Barang Baku memimpin pelemahan dengan koreksi 2,17%, disusul IDX Perindustrian yang tergerus 2,09%.

Sektor properti dan real estate ikut melemah 1,66%, sementara sektor keuangan terkoreksi 1,32%. Sektor barang konsumer non-primer turut tertekan hingga 1,28%.

Pelemahan juga merata di sektor infrastruktur yang ambles 1,14% dan teknologi yang melorot 1,4%. Sektor kesehatan, transportasi dan logistik, energi, hingga barang konsumer primer juga ditutup di zona merah meski dengan koreksi yang lebih tipis.

Total volume perdagangan saham hari itu tercatat mencapai 29,03 miliar lembar saham. Nilai transaksinya menyentuh Rp10,82 triliun.

Dari sisi jumlah saham, sebanyak 462 saham melemah, sedangkan 188 saham berhasil menguat. Sisanya, 144 saham, ditutup stagnan tanpa perubahan harga.

Tiga saham pencatat penurunan terbesar di indeks LQ45 hari itu adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 4,21% ke Rp364 per saham. Menyusul di posisi kedua, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melorot 4,15% ke Rp185 per saham.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melengkapi daftar top losers LQ45 dengan koreksi 3,81% ke Rp505 per saham. Ketiga emiten ini mencatatkan penurunan paling dalam di antara konstituen indeks LQ45.

Di sisi lain, tidak semua saham unggulan ikut terseret pelemahan. PT AKR Corprindo Tbk (AKRA) justru menguat 2,05% ke Rp1.490 per saham, menjadikannya top gainer LQ45.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mencatatkan kenaikan 1,71% ke Rp1.490 per saham. Sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 1,45% ke Rp6.975 per saham, melengkapi jajaran top gainers di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan.

Koreksi ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (21/9/2026), IHSG sempat terkoreksi 0,88% ke level 6.381, sementara pada Jumat (18/9/2026) indeks juga melemah 0,33% ke level 6.441.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.