Periskop.id — Universitas Indonesia (UI) resmi mengubah nomenklatur kelembagaan Program Pendidikan Vokasi UI menjadi Sekolah Vokasi UI. Perubahan nama ini bukan sekadar ganti label administratif, melainkan penegasan status kelembagaan yang menyamakan posisi Vokasi UI dengan institusi pendidikan tinggi terapan setara di kampus-kampus besar lain di Indonesia maupun dunia.

Rektor UI Heri Hermansyah menyebut momen ini, sebagai tonggak penting dalam perjalanan panjang pendidikan vokasi di kampus kuning tersebut. "Ini merupakan momentum bersejarah dari perubahan nama dari Program Pendidikan Vokasi UI menjadi Sekolah Vokasi UI. Selama ini Vokasi UI mengelola aset, SDM dan secara otonomi. Nama baru ini juga sesuai dengan perguruan tinggi di Indonesia dan internasional yang menyelenggarakan pendidikan Vokasi," kata Heri di Depok, Jumat (31/7).

Dari "Program" ke "Sekolah": Bukan Sekadar Ganti Label

Pergeseran istilah dari "Program" menjadi "Sekolah" menandai transformasi peran Vokasi UI, dari yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai penyelenggara proses pembelajaran, menjadi institusi pendidikan tinggi terapan yang utuh dan mandiri. Penggunaan terminologi "Sekolah" ini mengadopsi praktik pendidikan vokasi global (school) untuk merepresentasikan entitas akademik yang adaptif dan berotonomi dalam mengintegrasikan pendidikan, riset terapan, inovasi, serta pengabdian masyarakat.

Menurut Heri, transformasi ini sekaligus mempertegas positioning Sekolah Vokasi UI dalam memperkuat konsep link and match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) guna mencetak lulusan dengan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang utuh.

Langkah UI ini sejatinya mengikuti jejak yang lebih dulu ditempuh sejumlah perguruan tinggi negeri besar lainnya. IPB University misalnya, telah mentransformasikan unit vokasinya menjadi Sekolah Vokasi sejak 2017. Sementara Universitas Gadjah Mada (UGM) mendirikan Sekolah Vokasi (SV UGM) pada 2009 untuk mewadahi seluruh program pendidikan vokasi di lingkungan kampus tersebut.

Bukan Perubahan Nama yang Pertama

Perjalanan nomenklatur Vokasi UI sendiri sebenarnya sudah beberapa kali berganti sejak awal berdirinya. Merujuk catatan resmi UI, unit ini pertama kali dibentuk pada 2008 dengan nama Program Vokasi UI, sebelum kemudian berganti nama menjadi Program Pendidikan Vokasi UI pada 2015 melalui Surat Keputusan Rektor. Perubahan menjadi Sekolah Vokasi UI pada 2026 ini pun menjadi babak nomenklatur ketiga sejak lembaga tersebut berdiri.

Direktur Sekolah Vokasi UI Safrin Arifin mengatakan kesiapan lembaganya mengemban mandat baru ini didukung oleh rekam jejak tata kelola institusi yang solid. Ia menyebutkan sejumlah capaian sebagai bukti kesiapan tersebut, mulai dari Peringkat I Kontrak Kinerja (Kokin) UI Tahun 2023, Peringkat II UI Zona Integritas Award secara berturut-turut pada 2022 dan 2023, hingga Peringkat I GreenMetric UI Tahun 2025.

"Fondasi kelembagaan tersebut turut diperkuat oleh deretan prestasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di berbagai ajang keilmuan tingkat nasional maupun internasional," tuturnya. 

Saat ini, Sekolah Vokasi UI menyelenggarakan program Diploma III, Sarjana Terapan (Diploma IV), hingga Magister Terapan. Berdasarkan data resmi UI, lembaga ini mengelola sekitar 15 program studi yang terdiri atas sembilan program studi jenjang Diploma III dan enam program studi jenjang Sarjana Terapan, ditambah satu program Magister Terapan.

Seluruh program studi telah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Melalui penetapan nomenklatur baru ini, Sekolah Vokasi UI menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap kerja profesional yang utuh, sehingga siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan berdaya saing tinggi di kancah global.