periskop.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi bisnis dari bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan menjadi penyedia ekosistem terintegrasi yang mencakup hunian, bisnis, hingga gaya hidup modern.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperluas sumber pertumbuhan yang berkelanjutan. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran BTN tidak hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem perumahan nasional.

Melalui pendekatan berbasis ekosistem, BTN berupaya menciptakan nilai tambah yang menyeluruh bagi masyarakat, pelaku usaha, serta mitra strategis lainnya di sektor properti dan pendukungnya.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan pendekatan ekosistem menjadi strategi penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan stabilitas perusahaan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk memperluas peluang sekaligus memperkuat struktur industri agar lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi.

Setiyo menegaskan pertumbuhan yang berkualitas tidak hanya diukur dari sisi angka, tetapi juga dari kekuatan fondasi bisnis yang dibangun. Hal tersebut mencakup penerapan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan ekonomi ke depan.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat harus ditopang oleh kualitas model bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam gelaran BTN Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), dikutip Kamis (29/1).

Lebih lanjut, ia menjelaskan industri perumahan merupakan sektor strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, sektor ini membutuhkan ketahanan jangka panjang serta inovasi yang terukur agar mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, BTN terus mendorong pengembangan hunian yang nyaman dan terjangkau, penerapan model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri perumahan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi nasional. Setiyo menambahkan, hunian yang dibangun saat ini harus memiliki nilai dan relevansi di masa depan.

"Rumah yang dibangun hari ini tidak hanya harus layak huni, tetapi juga bernilai jangka panjang bagi penghuninya serta memberikan kontribusi positif bagi ekosistem ekonomi secara keseluruhan,” pungkasnya.