periskop.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menargetkan akuisisi 20.000 hingga 25.000 nasabah baru melalui penyelenggaraan BTN Expo 2026.

Target tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperluas basis pengguna layanan digital serta memperkuat pembiayaan perumahan, khususnya bagi segmen milenial dan Gen Z yang menjadi motor pertumbuhan bisnis BTN ke depan.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan mayoritas pembeli rumah dan nasabah KPR yang diperoleh melalui BTN Expo 2026 berasal dari segmen milenial dan Gen Z. Kedua kelompok ini menyumbang lebih dari 75% dari total nasabah baru, mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap kepemilikan rumah pertama.

"Justru sekarang ini segmen perumahan kita adalah mostly millenial dan gen Z. Jadi lebih dari 75% new customer di sisi pembeli rumah dan KPR ini gen Z," tuturnya kepada wartawan usai gelaran BTN Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (28/1).

Setiyo menyampaikan, BTN Expo 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk menjangkau masyarakat yang tengah mencari hunian sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi layanan perbankan BTN.

"Melalui beragam program pembiayaan dan penawaran khusus yang dihadirkan selama pameran, perusahaan optimistis mampu menarik puluhan ribu pengguna baru," ujar Setiyo.

Dari sisi pembiayaan, Setiyo menjelaskan BTN mencatat permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang cukup tinggi. Setiap harinya, akad KPR baru mencapai sekitar 1.000 unit atau berkontribusi sekitar 10% terhadap total akad KPR BTN secara keseluruhan.

Setiyo menilai tren tersebut sebagai sinyal positif atas keberhasilan strategi perseroan dalam menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan generasi muda.

Dengan durasi pameran selama lima hari, BTN memperkirakan total akad KPR baru yang terealisasi selama BTN Expo 2026 akan mencapai sekitar 500 unit. Capaian tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan positif terhadap kinerja pembiayaan perumahan BTN di awal tahun 2026.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem digital serta menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan kepemilikan rumah di kalangan masyarakat produktif," pungkas Setiyo.