periskop.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan laba konsolidasi mencapai Rp56,3 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang sehat, pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa stabilitas makroekonomi domestik menjadi fondasi penting bagi kinerja perseroan. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta likuiditas yang semakin kondusif membuka ruang bagi perbankan untuk menurunkan biaya dana dan mendorong penyaluran kredit.

“Dengan kombinasi stabilitas makro, likuiditas yang memadai, dan dukungan fiskal yang kuat, Bank Mandiri memandang fondasi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan semakin solid,” ujar Riduan dalam paparan kinerja, Kamis (5/2).

Hingga Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 18,7% secara tahunan (year-on-year/YoY), jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang mencatatkan pertumbuhan dua digit dan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat signifikan di atas industri.

Total kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.895 triliun, sementara DPK tercatat sebesar Rp2.106 triliun. Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih tumbuh 4,38% YoY menjadi Rp106 triliun, sedangkan pendapatan nonbunga melonjak 14,5% YoY menjadi Rp48,5 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan tumbuh 5,88% YoY.

Kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 0,96%, jauh di bawah rata-rata industri. Bank Mandiri juga menjaga NPL coverage ratio di level 253%, mencerminkan disiplin manajemen risiko dan kesiapan menghadapi potensi tekanan ke depan.

“Kualitas aset Bank Mandiri tetap solid dengan NPL terjaga di bawah 1% dan penjadangan yang kuat,” kata Riduan.

Dari sisi kontribusi kepada negara, sepanjang 2025 Bank Mandiri menyalurkan dividen sebesar Rp52,5 triliun, terdiri dari dividen laba 2024 dan dividen interim laba 2025 yang dibayarkan pada Januari 2026. Secara kumulatif, kontribusi dividen Bank Mandiri dalam 25 tahun terakhir mencapai Rp225 triliun. Selain itu, perseroan membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun sepanjang 2025.

Dukungan terhadap UMKM tetap menjadi fokus utama. Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,9% YoY di tengah perlambatan kredit UMKM industri. Hingga akhir 2025, baki debet kredit UMKM mencapai Rp140 triliun, menjangkau sekitar 1,3 juta pelaku usaha.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri tercatat mencapai Rp41 triliun kepada lebih dari 360 ribu pelaku UMKM. Bank Mandiri juga aktif mendukung program strategis pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), operasi desa Merah Putih, serta pembiayaan FLPP untuk program 3 juta rumah.

“Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Riduan.

Memasuki 2026, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap di atas rata-rata industri, dengan fokus pada sektor-sektor prospektif seperti perdagangan dan jasa, manufaktur, infrastruktur, energi, serta penguatan UMKM yang didukung transformasi digital dan penguatan ekosistem bisnis.