periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto batal menghadiri seremoni pembukaan perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 yang digelar hari ini, Jumat (2/1).

Berdasarkan pantauan Periskop, pembukaan perdagangan perdana Bursa diawali dengan sambutan dari Direktur Utama BEI Iman Rachman. Lalu disambung sambutan dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.

Informasi saja, pada pembukaan perdagangan BEI Tahun 2025 lalu Prabowo juga tidak hadir untuk memberikan arahan secara langsung. Saat itu, kehadiran Presiden diwakilkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Tanpa kehadiran Prabowo Subianto, IHSG dibuka menguat. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 36,88 poin atau 0,43% ke level 8.683,82. Pergerakan saham cenderung positif, dengan 349 saham menguat, 91 saham melemah, dan 242 saham stagnan.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan membuka perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026 pada Jumat, 2 Januari 2026. Acara pembukaan tersebut akan digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Berdasarkan undangan resmi yang diterima Periskop, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka secara resmi perdagangan BEI tahun 2026 pada pukul 08.55 WIB. Dalam agenda tersebut, Presiden akan didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, Menteri Keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, serta Direktur Utama BEI.

IHSG hari ini, Jumat (2/1) diperkirakan melanjutkan lajunya di zona hijau. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG mengindikasikan berlanjutnya reversal menuju area pivot.

Penyempitan histogram negatif MAC berlanjut, mengindikasikan tekanan jual mulai melambat dan adanya potensi pembalikan tren ke atas. IHSG juga berhasil ditutup di atas level MA5 dan MA20.

“Dengan demikian, diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (2/1). Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati hari ini, antara lain BBCA, PANI, BBNI, JSMR dan ASII.

Menutup 2025, IHSG menguat di level 8,646.94 atau naik 0,03% pada perdagangan Selasa (30/12). Sebelumnya IHSG cenderung berada di teritori negatif karena koreksi saham BBRI dan ADRO yang memasuki ex date dividend.

Selain itu koreksinya harga emas setelah mencapai rekor tertinggi baru juga mendorong pelemahan pada saham-saham terkait. Sementara rupiah ditutup menguat di level Rp16,771/US$ (30/12), seiring dengan penguatan mayoritas mata uang di Asia.

IHSG ditutup menguat 22,13%  di tahun 2025. Semua sektor ditutup menguat di tahun 2025, dengan penguatan terbesar pada saham sektor teknologi.