periskop.id - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) per 31 Desember 2025. Dari total hasil bersih IPO sebesar Rp100,23 miliar, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp10,00 miliar, sementara sisa dana tercatat Rp90,23 miliar.

Laporan tersebut disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat bernomor 009/HGL/ALI/I/2026 tertanggal 14 Januari 2026 dan disusun sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1), Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata menjelaskan RLCO memperoleh dana hasil penawaran umum sebesar Rp105,00 miliar dari IPO yang efektif pada 8 Desember 2025. Biaya penawaran umum tercatat sebesar Rp4,77 miliar, sehingga dana bersih yang diperoleh perseroan mencapai Rp100,23 miliar.

Dana hasil IPO tersebut direncanakan dan direalisasikan untuk setoran modal kerja kepada entitas anak. Hingga 31 Desember 2025, realisasi setoran modal kerja kepada entitas anak tercatat sebesar Rp10,00 miliar.

Perseroan juga merinci biaya penawaran umum saham perdana dengan total Rp4,77 miliar. Biaya jasa penjaminan tercatat sebesar Rp0,77 miliar atau 16,10%, biaya jasa penyelenggaraan Rp0,73 miliar atau 15,30%, dan biaya jasa penjualan Rp1,05 miliar atau 22,00%.

Untuk biaya jasa profesi penunjang pasar modal, RLCO mencatat biaya jasa akuntan publik sebesar Rp980,00 juta atau 20,60%, biaya konsultan hukum Rp600,00 juta atau 12,60%, serta biaya jasa notaris Rp125,00 juta atau 2,60%.

Sementara itu, biaya lembaga penunjang pasar modal untuk biro administrasi efek tercatat sebesar Rp90,00 juta atau 1,90%. Biaya lain-lain meliputi biaya pencatatan di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp150,00 juta atau 3,10%, pendaftaran ke OJK Rp52,50 juta atau 1,10%, pendaftaran ke KSEI Rp15,83 juta atau 0,30%, biaya percetakan dan iklan Rp191,91 juta atau 4,00%, serta biaya lain-lain sebesar Rp11,34 juta atau 0,20%.