periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin 26 Januari masih berada dalam fase rawan koreksi.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih menempati bagian dari wave [iv] pada wave 5, yang menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda dan potensi pelemahan lanjutan masih perlu diwaspadai oleh pelaku pasar. Meskipun terdapat peluang penguatan teknikal dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas.

“Indeks berpotensi menguji area ke level 8.960 hingga 8.985, namun ruang kenaikan dinilai tidak terlalu luas mengingat struktur gelombang yang masih dalam fase koreksi. Nampaknya akan cenderung terbatas menguji rentang 8,960-8,985," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Senin (26/1).

Kondisi tersebut sejalan dengan penutupan perdagangan sebelumnya, di mana IHSG harus mengakhiri sesi perdagangan pada Jumat 23 Januari 2026 di zona merah. Indeks tercatat melemah 41,17 poin atau 0,46% dan parkir di level 8.951,01, mencerminkan sikap investor yang cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya volatilitas pasar.

Namun, MNC Sekuritas mengungkapkan investor tetap diminta mencermati potensi tekanan jual lanjutan dengan area koreksi yang diproyeksikan berada di kisaran 8.708–8.790. Level tersebut menjadi zona krusial yang dapat menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya.

"Tetap cermati area koreksi yang berada di 8.708-8.790," lanjut riset yang sama

Secara teknikal, level support IHSG berada di 8.852 dan 8.816, sementara level resistance terdekat terpantau di 9.039 hingga 9.120. Sehingga MNC Sekuritas merekomendasi beberapa saham yang layak dicermati pada pergadangan hari ini,Senin 26 Januari 2026 sebagai berikut

ANTM - Buy on Weakness
ANTM menguat 1,66% ke 4,290 namun masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: 4.200-4.280
Target Price: 4.440, 4.580
Stoploss: below 4.200

GTSI - Spec Buy
GTSI terkoreksi 8,87% ke 370 dan masih didominasi oleh tekanan jual, posisinya pun masih downtrend dan break MA20. Kami memperkirakan, posisi GTSI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].
Spec Buy: 318-338
Target Price: 394, 418
Stoploss: below 294

HRTA - Buy on Weakness
HRTA menguat 0,43% ke 2,330 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang cenderung menurun, koreksinya pun mampu tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi HRTA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii] dari wave 5.
Buy on Weakness: 2,130-2,300
Target Price: 2,490, 2,720
Stoploss: below 2,050

TOBA - Buy on Weakness
TOBA menguat 1,2% ke 840 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. Kami perkirakan, posisi TOBA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [a] dari wave B.
Buy on Weakness: 745-795
Target Price: 925, 1,040
Stoploss: below 710 

 

Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan jual beli saham sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala risiko dan konsekuensi yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor.