iklan periskop
Saham

Sinyal Danantara Masuk Bursa Menguat, Likuiditas Saham BUMN Berpotensi Melejit

Masuknya Danantara ke pasar modal dinilai berpotensi mendorong likuiditas dan membuka peluang IPO BUMN di bursa domestik.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Sinyal Danantara Masuk Bursa Menguat, Likuiditas Saham BUMN Berpotensi Melejit
Ilustrasi logo perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat agenda peluncuran fitur investasi saham bertajuk Market On oleh PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta,Senin (26/1).Foto oleh Periskop/Maria Jessica
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) di pasar modal diyakini bakal menjadi katalis positif bagi pertumbuhan transaksi. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan danantara diproyeksikan masuk ke pasar modal tahun ini.

"Belum masuk tapi kayaknya akan masuk ke market tahun ini. Mereka nggak ngomong kapan, tapi tahun ini sih katanya" ucap Irvan saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1).

Irvan menyampaikan salah satu langkah strategis yang diharapkan adalah mendorong perusahaan BUMN melakukan IPO di tahun 2026 dan tahun selanjutnya sehingga kehadiran Danantara menjadi pendorong tambahan likuiditas di pasar saham domestik.

"Kalau Danantara aktif, kami berharap ada BUMN yang bisa IPO tahun ini," lanjutnya.

Selain itu, Irvan mengatakan potensi Danantara semakin besar karena keberadaan Danantara Asset Management (DAM). Entitas ini berperan sebagai pengelola portofolio strategis untuk meningkatkan nilai dan daya saing BUMN sesuai agenda jangka panjang pemerintah.

Selain mendorong IPO BUMN, BEI berharap Danantara juga aktif mengelola portofolio dan dana investasinya serta melakukan transaksi di pasar modal domestik. Aktivitas ini mencakup saham dan obligasi, sehingga kontribusi Danantara bisa langsung memengaruhi likuiditas dan dinamika perdagangan di bursa.

"Danantara juga punya asset management ya, kita berharap bahwa dia mengelola portfolio, mengelola dana itu dan bisa bertransaksi di bursa," sambung Irvan.

Sehingga Irvan menilai kedepan dengan kehadiran Danantara, pasar modal diharapkan mendapatkan katalis positif baru. Investor pun memiliki peluang lebih luas untuk mengakses saham BUMN yang potensial, sementara Danantara berperan dalam menata portofolio secara profesional dan mendukung stabilitas serta pertumbuhan pasar domestik.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai BPI danantara, pasar modal, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.