periskop.id - Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat kredit Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Salah satu penurunan peringkat tersebut adalah pembentukan Danantara dinilai menimbulkan ketidakpastian terkait pendanaan, tata kelola, dan prioritas investasinya.
Dengan kewenangan atas aset BUMN yang melebihi US$900 miliar, serta agenda ambisius untuk merasionalisasi BUMN, meningkatkan imbal hasil, dan berinvestasi di sektor prioritas, kurangnya koordinasi kebijakan meningkatkan risiko terhadap kredibilitas dan potensi kewajiban kontinjensi negara.
"Kewenangan Danantara atas kebijakan dividen BUMN juga dapat menekan kesehatan keuangan BUMN, mengingat dividen merupakan sumber pendanaan utama," tulis pernyataan tersebut, dikutip Jumat (6/2).
Menurut mereka, meskipun pemerintah telah membentuk kerangka hukum dan kelembagaan bagi Danantara, masih terdapat pertanyaan terkait prioritas investasi, manajemen risiko, dan hubungan regulasi.
Tak hanya itu, Moody's juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, program tersebut dibiayai melalui pemangkasan dan pengalihan anggaran antar kementerian, termasuk anggaran pemeliharaan infrastruktur.
Mereka menilai perluasan lebih lanjut berpotensi membebani kemampuan pemerintah dalam mengalokasikan ulang anggaran yang relatif kecil dibandingkan ukuran ekonomi.
Selain itu, usulan perubahan kerangka fiskal, termasuk kemungkinan peningkatan batas defisit 3%, perdebatan mengenai mandat Bank Indonesia, serta perubahan kebijakan sektor sumber daya alam, menunjukkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan.
"Hal ini berpotensi melemahkan investasi asing langsung serta stabilitas ekonomi dan pasar keuangan," tegasnya.
Di luar ketidakpastian kebijakan, meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap pertumbuhan pendapatan, lapangan kerja, dan standar hidup menjadi pendorong utama aksi protes selama setahun terakhir.
"Kondisi ini menunjukkan munculnya risiko terhadap stabilitas politik domestik," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar