periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (30/1) terjerembab di zona merah. Pada penutupan sesi I, IHSG turun 5,31% ke level 7.887,164.
Merujuk data RTI, IHSG dibuka pada level 8.306,163 dan bergerak pad arentang 8.313-7.858,396. Sebanyak 63 saham menguat. Kemudian 715 saham terkoreksi, dan sisanya sebanyak 33 saham stagnan atau mengalami perubahan 0,00%.
IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan mixed pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 di kisaran 8.100–8.567. Meski begitu, peluang penguatan di awal pekan tetap terbuka, seiring terbentuknya sinyal teknikal positif pada penutupan pekan lalu.
"Kami memproyeksikan pada pekan ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 8.100 – 8.567," tulis Analyst WH Project William Hartanto dalam risetnya Senin (2/2).
Ia menilai, pola morning star yang muncul pada candlestick terakhir Jumat, 30 Januari 2026 memberikan indikasi awal pembalikan arah dan potensi rebound jangka pendek.
"3 candlestick membentuk pola morning star, IHSG berpotensi mengalami penguatan pada awal pekan ini," lanjut Wiliam dalam riset yang sama.
Pada perdagangan Jumat (30/1), IHSG ditutup naik 97,40 poin atau 1,18% ke level 8.329,61, meski secara mingguan indeks masih mencatat pelemahan 6,94%. Dari sisi teknikal, Wiliam menuturkan IHSG memiliki level resistance terdekat di level 8.567. Jika berhasil menembusnya, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju target lanjutan di 9.000.
Namun, pergerakan pasar tetap diprediksi volatil, karena investor masih menimbang berbagai sentimen domestik dan global. Pekan lalu, pergerakan IHSG banyak dipengaruhi oleh saham-saham yang terkait sentimen MSCI, khususnya isu transparansi kepemilikan dan free float.
Tekanan ini membuat aktivitas transaksi menurun, karena investor bersikap lebih selektif.
Meski demikian, redanya kekhawatiran terhadap dampak MSCI membuka ruang bagi indeks untuk bergerak lebih stabil, meski masih ada sentimen negatif lain yang membayangi.
Salah satu faktor yang patut diperhatikan adalah penurunan harga emas secara signifikan pada akhir pekan lalu. Kondisi ini berpotensi memberi tekanan tambahan pada saham-saham berbasis komoditas emas. Meski tekanan jual akibat isu MSCI mulai mereda, investor tetap harus cermat memantau sentimen negatif lain yang bisa memicu pergerakan mendadak.
Secara keseluruhan, Wiliam menilai IHSG diprediksi bergerak dinamis pekan ini, dengan peluang rebound di awal pekan sekaligus tetap rentan terhadap volatilitas. Level 8.567 menjadi titik pengawasan utama, sementara target psikologis 9.000 menjadi fokus lanjutan apabila sentimen positif kembali mendominasi. Investor pun disarankan tetap selektif, memantau saham dengan volatilitas tinggi, dan memanfaatkan peluang pada pergerakan mixed yang ada.
Memperhatikan faktor-faktor di atas,berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal oleh WH Project untuk perdagangan hari ini,Senin, 2 Februari 2026:
BBNI, buy, estimasi target 4.600-4.700. Support 4.380 dan resistance 4.530.
ELSA, buy, estimasi target 745-800. Support 635 dan resistance 720.
EMAS, sell on strength, estimasi target pelemahan 6.025-5.425. Support 6.025 dan resistance 7.375.
ERAL, buy, estimasi target 370-400. Support 334 dan resistance 370.
Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan jual beli saham sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala risiko dan konsekuensi yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Tinggalkan Komentar
Komentar