periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis 12 Maret 2026 diperkirakan lanjut koreksi. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih cenderung melemah. IHSG sempat bergerak menguat hingga level 7,527, sebelum akhirnya ditutup melemah kembali.

“Diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak melemah menguji level 7.300-7.350,” mengutip riset Phintraco Sekuritas, Kamis (12/3).

Beberapa saham pilihan Phintraco Skeuritas yang menarik dicermati hari ini, antara lain ULTJ, UNVR, TOBA, WIFI dan BSDE.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 7,389.40 atau turun 0,69% pada perdagangan Rabu (11/3). Setelah sempat bergerak menguat pada sesi pertama, IHSG bergerak di teritori negatif di sepanjang sesi kedua.

“Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS/Israel-Iran serta jelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan,” ulas riset yang sama.

Sektor basic material mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan sektor teknologi membukukan kenaikan terbesar. Rupiah ditutup melemah di level Rp16,886/US$, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung, serta kekhawatiran akan data ekonomi domestik termasuk potensi inflasi dan defisit APBN yang berpeluang melebar. 

Sementara, indeks di bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan Rabu (11/3), di tengah investor menantikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Sedangkan mayoritas indeks di bursa Eropa dibuka melemah, seiring dengan meningkatnya intensitas operasi militer di Timur Tengah. Demikian juga dengan indeks futures di Wall Street yang bergerak melemah.

Diberitakan tiga kapal di lepas pantai Iran telah terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3). Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis telah hampir terhenti sejak AS dan Israel melakukan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026.