Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (23/7/2026). Pukul 09.00 WIB, indeks tercatat naik 16,29 poin atau 0,22% ke level 6.348,55.
Penguatan ini terjadi di tengah dinamika perdagangan yang cukup ramai. Sebanyak 274 saham tercatat naik, 120 saham turun, dan 250 saham lainnya stagnan.
Sembilan indeks sektoral kompak menghijau dan menopang kenaikan IHSG pagi ini. Sektor teknologi mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 1,82%, disusul sektor energi yang naik 0,59% dan sektor barang baku sebesar 0,48%.
Tak semua sektor bergerak positif. Sektor perindustrian justru melemah 0,38%, sementara sektor kesehatan turun 0,13% dan menjadi dua sektor yang masuk zona merah pagi ini.
Dari sisi volume, transaksi di bursa pagi ini mencapai 2,03 miliar saham dengan total nilai perdagangan Rp621,19 miliar.
Di jajaran saham unggulan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tampil sebagai top gainer LQ45 dengan kenaikan 2,98%. Posisi kedua ditempati PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang naik 2,42%.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melengkapi tiga besar top gainers LQ45 dengan penguatan 1,82%. Ketiga saham ini menjadi penggerak utama di tengah bergairahnya pasar pagi ini.
Berbeda dengan tren penguatan mayoritas saham LQ45, tiga emiten justru mencatat pelemahan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar top losers dengan penurunan 1,15%.
Dua saham lain yang turut melemah adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang terkoreksi 0,63% dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 0,39%.
Pergerakan IHSG pagi ini turut dipengaruhi sentimen pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang juga menjadi perhatian pelaku pasar dalam memproyeksikan pergerakan rupiah pada hari yang sama.
Dengan komposisi sembilan sektor menguat berbanding dua sektor melemah, arah IHSG pagi ini masih didominasi oleh optimisme pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi menengah seperti BUMI, ESSA, dan DEWA.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar