Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64% ke level 6.091,38 pada perdagangan Rabu (29/7). Koreksi ini terjadi di tengah dominasi saham yang tergelincir ke zona merah.

Sebanyak 177 saham tercatat menguat, sementara 468 saham lainnya melemah dan 148 saham stagnan sepanjang sesi perdagangan.

Dari sebelas indeks sektoral, hanya tiga yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor teknologi naik tipis 0,18%, disusul sektor barang konsumen non siklikal yang bertambah 0,11% dan sektor kesehatan yang naik 0,08%.

Delapan sektor lain justru tergelincir mengikuti pelemahan indeks utama. Sektor properti mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 2,75%, diikuti sektor perindustrian yang turun 2,67% dan sektor transportasi yang melemah 1,77%.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers LQ45.

Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,80%. Menyusul di posisi kedua ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 2,29%, sedangkan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melengkapi daftar dengan penguatan 1,65%.

Sementara itu, tiga saham lain justru mencatat pelemahan paling dalam di kelompok LQ45. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tertekan hingga 3,64%, menjadikannya top loser LQ45 hari ini.

Posisi kedua ditempati PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang anjlok 2,82%. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melengkapi jajaran top losers dengan koreksi 2,61%.

Dari sisi transaksi, total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 39,43 miliar saham. Nilai transaksinya tembus Rp22,72 triliun.

Pelemahan IHSG hari ini melanjutkan tren tertekan yang sudah terlihat sejak sesi pertama perdagangan, saat indeks sempat berada di level 6.093,6 dengan saham ISAT, MBMA, dan WIFI menjadi top losers.

Meski mayoritas sektor tertekan, penguatan di sektor teknologi, konsumen non siklikal, dan kesehatan menunjukkan masih ada ruang penopang di tengah koreksi pasar secara keseluruhan.