periskop.id - Buat ibu baru, apakah kamu sedang berada di fase Flamingo Era? Seperti flamingo betina yang warnanya memudar saat merawat anak, banyak perempuan mengalami fase serupa, seperti energi terkuras, waktu untuk diri sendiri minim, dan identitas terasa tersisih. 

Fase ini disebut Flamingo Era, masa penting untuk bertumbuh dan menemukan kembali semangat serta versi terbaik diri sendiri. Lalu, apa penyebab Flamingo Era bisa terjadi?

Apa Itu Flamingo Era?

Flamingo Era adalah fase ketika banyak perempuan merasa dirinya mulai pudar. Bukan karena berubah jadi orang lain, tapi karena terlalu sibuk menjalani peran besar jadi ibu, istri, atau pekerja, sampai lupa memberi waktu untuk diri sendiri. Di fase ini, pesona dan jati diri seolah tersimpan sementara, menunggu waktu yang tepat untuk muncul lagi.

Istilah Flamingo Era terinspirasi dari burung flamingo betina yang warna pinknya bisa memudar karena energi dan nutrisinya banyak digunakan untuk menyusui dan merawat anak. Fenomena ini kemudian dijadikan metafora untuk menggambarkan fase ketika seseorang terutama perempuan merasa lelah secara fisik dan emosional, serta merasa tidak bersinar seperti dulu, padahal sedang menjalani peran penting yang sering kali tidak terlihat.

Dalam Flamingo Era, seseorang mungkin merasa jati diri dan semangatnya tersimpan sementara karena fokus penuh pada orang lain, entah itu anak, keluarga, atau pekerjaan. Namun, seperti flamingo yang warnanya kembali cerah saat anaknya mulai mandiri, perempuan pun punya kesempatan yang sama untuk menemukan kembali energi, kepercayaan diri, dan pesona dirinya.

Flamingo Era bukan akhir dari perjalanan, melainkan masa transisi. Ini adalah fase belajar berkorban sekaligus bertumbuh. Kehilangan warna untuk sementara bukan berarti kehilangan nilai diri. Justru dari fase inilah muncul kekuatan baru, perspektif yang lebih matang, dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri.

Mengapa Flamingo Era Bisa Terjadi?

1. Fokus Penuh pada Kebutuhan Anak
Ketika menjadi ibu baru, prioritas hidup akan berubah drastis. Waktu, energi, dan perhatian yang sebelumnya bisa digunakan untuk diri sendiri kini hampir seluruhnya tercurah pada merawat anak. 

Banyak ibu yang merasa kehilangan spontanitas dan waktu untuk melakukan hal-hal yang dulu memberi identitas dan kesenangan pribadi. Ini bagian dari proses adaptasi peran yang umum terjadi setelah memiliki anak.

2. Perubahan Hormon dan Energi Tubuh
Perubahan hormon setelah melahirkan terutama fluktuasi estrogen dan progesteron dapat memengaruhi suasana hati, energi, dan stabilitas emosional ibu baru. 

Turunnya hormon ini juga bisa berdampak pada mood, membuat ibu merasa cepat lelah, sensitif, atau tidak seperti diri sendiri. Selain itu, kurang tidur akibat merawat bayi makin memperberat kelelahan fisik dan emosional.

3. Tekanan Sosial dan Ekspektasi Jadi Ibu Sempurna
Selain perubahan internal, tekanan dari luar turut memperbesar rasa kehilangan jati diri. Banyak ibu merasa harus memenuhi ekspektasi sosial yang ideal tentang menjadi ibu sempurna, yang sering terlihat di media sosial maupun lingkungan sekitar. 

Ekspektasi ini dapat menimbulkan perasaan bersalah, kurang berharga, atau tidak cukup baik saat realitas peran ibu tidak sesuai gambaran ideal tersebut.

Ciri-Ciri Perempuan yang Mengalami Flamingo Era

1. Merasa Kehilangan Jati Diri atau Identitas Pribadi

Banyak perempuan, khususnya ibu baru, merasa sulit mengenali lagi siapa dirinya di luar peran sebagai ibu. Hampir kebanyakan orang tua merasa kehilangan diri mereka setelah punya anak karena kewajiban baru mendominasi hidup dan minat pribadi jadi mundur. 

2. Minim Waktu untuk Diri Sendiri

Rutinitas merawat anak, ditambah tuntutan lain di rumah atau pekerjaan, sering menghabiskan hampir seluruh waktu seseorang. Karena itu, waktu untuk melakukan hal‑hal yang dulu memberi identitas atau kebahagiaan pribadi jadi sangat sedikit. 

3. Kelelahan Fisik dan Emosional

Perubahan besar setelah melahirkan termasuk perubahan hormon, kurang tidur, dan tuntutan peran baru dapat membuat ibu merasa sangat lelah secara fisik dan emosional. Ini juga berkaitan dengan fenomena baby blues, yaitu ketika ibu baru menjadi lebih mudah lelah, cemas, atau mood‑nya berubah‑ubah. 

4. Perasaan Bersalah saat Ingin Me‑Time

Perasaan bersalah karena ingin sedikit waktu untuk diri sendiri adalah hal umum yang dialami banyak ibu. Keinginan untuk melakukan hal yang dulu disukai kadang malah membuat seorang ibu merasa egois, padahal memberi ruang untuk diri sendiri justru membantu menjaga kesehatan mental dan kesiapan menghadapi peran barunya.

Tips Menghadapi Flamingo Era

  1. Memulai olahraga ringan atau yoga setiap pagi untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
  2. Menyempatkan waktu merawat diri, misalnya dengan skincare atau ritual kecil yang menyenangkan.
  3. Kembali melakukan hobi atau aktivitas yang dulu disukai, seperti menari, memasak, melukis, atau hal kreatif lainnya.
  4. Menghabiskan waktu dengan teman tanpa merasa bersalah atau terbebani tanggung jawab rumah.
  5. Menyusun kembali rencana hidup, impian, dan karier setelah anak mulai lebih mandiri.
  6. Menulis jurnal atau catatan harian untuk memahami diri sendiri dan mengenali kembali siapa diri sebenarnya.